Madinah (Humas Kemenag) Kloter 8 JKG asal Kabupaten Lampung Timur, sebanyak 393 orang, selama berada di Madinah akan melakukan sholat 'arbain (40 waktu sholat berjamaah) dan ziarah di beberapa bersejarah.
Pertemuan antara Ketua Kloter 8 JKG dengan Majmu'ah Adillah (Penanggungjawab Layanan Jamaah Haji di Madinah) merumuskan hasil bahwa Kamis, 16 Mei 2024 mendapatkan 8 bus untuk melakukan ziarah secara gratis di beberapa tempat bersejarah di kota Madinah.
Adapun tempat yang dikunjungi yaitu; Pertama, Masjid Quba. Masjid Quba, terletak di wilayah Quba, sekira 5 km disebelah tenggara kota Madinah. Mesjid ini di bangun tahun 1 H ketika Rasulullah SAW sampai di Madinah sekaligus pertama ditempati sholat Jum'at oleh Nabi Muhammad SAW di Madinah, dan Nabi SAW bersabda tentang Mesjid Quba "Barangsiapa bersuci di rumahnya lalu datang ke Masjid Quba, lalu dia mendirikan shalat di sana, maka dia mendapatkan pahala umrah.” (HR. Ibnu Majah).
Kedua, jemaah haji akan diajak berziarah ke Makam Syuhada Uhud sekaligua napak tilas perjuangan Rasulullah dan para sahabat ada tahun 3 H ketika pecahnya perang Uhud.
Uhud merupakan sebuah gunung di utara Madinah dengan ketinggian sekitar 1077 meter. Gunung ini adalah lokasi pertempuran kedua tahun 3 H antara Rasulullah SAW bersama para sahabat radiallahu Anhum dan pasukan kafir Quraisy, akibat perang ini gugur sebagai syuhada 70 sahabat nabi termasuk paman beliau, Hamzah Bin Abdul Muttalib.
Tour diakhiri di kebun dan pasar kurma, dimana diketahui kota Madinah dikenal sebagai salah satu kota penghasil kurma terbesar di dunia.
Jamaah haji Indonesia khususnya jamaah haji yang tergabung di kloter 8 JKG setelah melakukan ziarah religi ketempat tempat tersebut di atas diharapkan bisa menambah wawasan keislaman, kecintaan kepada Allah SWT, cinta Nabi Muhammad SAW dan ummat Islam, semangat berkorban di jalan Allah SWT. Terang Solihin Panji Pembimbing Ibadah PHD Lampung Timur
Saat ini Jamaah kloter 8 JKG tengah berfokus untuk menyelesaikan Sholat arbainnya di Masjid Nabawi dan melakukan ibadah ibadah lain sampai waktunya dipindahkan ke Mekah sesuai dengan bayan tarhil (sebuah perjanjian) yang telah di tanda tangani oleh Ketua Kloter, Nursalim dengan pihak Bimbad Sektor 2 Madinah.***(SZP)
