Lampung Timur (Humas Kemenag) – Lantunan doa bersama dari tokoh lima agama yang dilaksanakan di Lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Timur, bertajuk Indonesia Hebat Bersama Umat, Kamis (28/12/2023). Meski cara berdoa dan bahasanya berbeda, namun tujuannya sama yaitu untuk kebaikan, kedamaian, dan kemajuan Indonesia.
Satu persatu para tokoh agama dengan khusyuk melantunkan doa sesuai dengan keyakinan dan kepercayaan masing-masing, dan diamini oleh para peserta kegiatan yang hadir dari berbagai unsur, antaranya pejabat utama lingkup Kemenag Lampung Timur, para Kepala KUA, Kepala Madrasah, Pokjawas, Pokjaluh, APRI, IPARI, para tokoh agama dan masyarakat yang dengan antusiasnya hadir.
Dalam semangat toleransi perbedaan tidak menjadi hambatan dalam acara tersebut, para hadirin yang terdiri dari umat lintas agama ASN KanKemenag termasuk Kakankemenag Kabupaten Lampung Timur, H.Indrajaya, S.Ag., M.Ap. dengan khusyuk berurutan mengikuti doa-doa tersebut.
Di hadapan ASN Kankemenag mengajak untuk selalu bersyukur atas semua capaian kinerjaKementerian Agama yang menjadi bagian tak terpisahkan dari kemajuan bangsa Indonesian itu sendiri.
“Sejarah kehidupan bangsa kita dari waktu ke waktu dengan segala romantika dan dinamikanya terus mengalami peningkatan kebaikan dan kemajuan, dan kita harus bersyukur, kita bisa mengelola negara yang besar ini, melalui berkhidmat di Kementerian Agama” ungkapnya
Menyinggung moto HAB 2024 Indonesia Hebat Bersama Umat, Kakankemenag mengingatkan, bahwa banyak layanan inovatif yang telah hadir melayani umat dan capaian-capaian Kementerian Agama berhasil dimiliki, namun apresiasi dari publik secara meluas belum maksimal didapatkan.
“Ini karena kita kurang mengabarkan kepada dunia luar. Olehnya itu, HAB Kemenag kali ini orientasinya akan keluar. Kita akan memamerkan praktik baik yang sudah kita lakukan, baik dalam bentuk berbagai inovasi layanan maupun capaian-capaian prestisius,” jelas Indrajaya.
“Bahwa HAB tahun ini untuk mengglorifikasi berbagai inovasi dan capaian yang telah dimiliki selama ini, dan positioning Kementerian Agama sebagai kementerian untuk seluruh agama” sambungnya.
Indrajaya juga menegaskan bahwa Kementerian Agama mampu menjaga netralitas dari kemungkinan-kemungkinan pemanfaatan agama untuk kepentingan politik sesaat. (SZP)
