Lampung Timur (Humas) Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Timur H. Indrajaya, S.Ag.,M.A.P., membuka resmi acara Utsawa Dharma Gita Tingkat Kabupaten Lampung Timur dilaksanakan di SMP 1 Raman Utara Kabupaten Lampung Timur Sabtu, 21 Oktober 2023 pukul 20:10 wib s.d. selesai.
Hadir pada kegiatan ini Bupati Lampung Timur diwakili oleh , Anggota DPRRI Komisi VIII bapak Komang Koheri, SE, Anggota DPRD Lampung Timur, Penyelenggara Hindu Bapak Ida Bagus Suwastika, Ketua PHDI Lampung Timur, Uspika Kecamatan Raman Utara, Para Tokoh Agama Hindu dan para undangan Utsawa Se Lampung Timur.
Dalam sambutannya Indrajaya mengatakan " Pada kesempatan yang baik ini pula saya mengucapkan terima kasih dan selamat atas penyelenggaraan Utsawa Dharma Gita tingkat kabupaten Lampung Timur pada tahun 2023 di Kecamatan Raman utara.
Kita ketahui bersama, Dharma Gita adalah nyanyian suci, keagamaan Hindu yang bersumber dari ajaran Weda yang mencerminkan, mengandung, memiliki nila-nilai agama yang sangat tinggi yang memberikan tuntunan pemahaman terhadap ajaran Hindu yang meliputi takwa, susila, dan upacara. Oleh karena itu, prakarsa untuk menyelenggarakan Utsawa Dharma Gita ini adalah satu prakarsa yang baik dan memiliki tujuan yang luas dan akan memperkokoh pemahaman dan pengamalan ajaran hindu bagi pemeluknya. Apabila pemeluk sebuah agama memiliki pemahaman dan pengamalan agama yang benar,
pertama-tama pastilah mendatangkan ketenteraman bagi pemeluknya dalam menjalani hidup dan kehidupannya.
Bagi masyarakat luas, seperti negara kita yang majemuk ini, tentu pemahaman dan pengamalan ajaran yang benar, tentu teachings of religions itu tentu akan mebangun kerukunan, harmoni dan toleransi yang lebih kokoh. Dan akhirnya, pemeluk agama yang seperti itu akan bisa berkontibusi, akan bisa memberikan sumbangan yang sangat penting bagi pembangunan masyarakat, bagi pembangunan kehidupan berbangsa dan bernegara yang sama-sama ingin kita wujudkan lebih baik lagi di waktu yang akan datang.
Sebaliknya, Saudara-saudara, apabila pemeluk sebuah agama tidak memahami pemahaman yang benar tentang ajaran agamanya, dan apalagi salah di dalam mengamalkannya, maka hampir pasti terjadi penyimpangan bagi pemeluknya. Bisa menimbulkan ekstrimitas, bisa memunculkan kekerasan-kekerasan yang sesungguhnya justru bertentangan dengan ajaran agama itu, agama manapun.
Lebih dari itu, juga menimbulkan konflik dan benturan dengan masyarakat luas, dengan pemeluk agama yang lain. Dan dalam bentuknya yang ekstrim bisa mengganggu bahkan mengancam kehidupan bermasyarakat. Oleh karena itu, berangkat dari situlah kita ingin membangun kehidupan bermasyarakat yang baik, yang rukun, yang harmonis, dan penuh dengan toleransi.
Kita bersepakat agama hendaknya tidak diletakkan sebagai simbol, tidak dimaknai sebagai sebuah simbol, tetapi marilah kita pahami hakekatnya, hakikinya, nilai-nilainya, values, bahkan perilaku pemeluk-pemeluknya. Tentu harapan kita perilaku yang religius sesuai dengan ajaran agama itu.
Kalau ini terus kita kembangkan, saya yakin kerukunan antar umat beragama yang sangat penting kita tegaskan di masyarakat yang majemuk ini akan bertambah kokoh dan bertambah kuat. Kerukunan, harmoni, dan toleransi adalah kunci dari kekuatan bangsa ini, Kalau bangsa itu kuat, rukun dan bersatu, seberat apapun persoalan yang dihadapai, dengan rahmat Tuhan Yang Maha Kuasa, dapat kita atasi.
Pada pelaksanaan Utsawa Dharma Gita Lampung Timur tahun 2023 ini, saya berharap moment ini dijadikan sebagai ajang untuk memumpuk kebersamaan membangun toleransi yang kuat untuk menciptkan masyarakat yang damai adil dan sejahtera dalam menjalankan swadrma agama dan swadrma negara. Semoga melahirkan juara-juara yang nantinya bisa mewakili kontingen Lampung Timur diajang Utsawa Dharma Gita Tingkat Nasional dan bisa mengharumkana Kabupaten Lampung Timur di Tingkat nasional" pungkasnya. (Has)
