Search

Kemenag dan Polres Lampung Timur Perkuat Sinergi Jaga Kerukunan dan Keharmonisan Masyarakat

Kemenag dan Polres Lampung Timur Perkuat Sinergi Jaga Kerukunan dan Keharmonisan Masyarakat

Lampung Timur, Kemenag (Humas) — Penguatan nilai-nilai spiritual, pemeliharaan kerukunan, dan pencegahan paham ekstremisme membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Untuk memperkuat upaya tersebut, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Timur, Rokhman, melakukan audiensi dengan Kapolres Lampung Timur, Yuliansyah, Selasa (3/11/2026).

Dalam audiensi tersebut, Rokhman didampingi Kasubbag Tata Usaha Nursalim, Kepala Seksi Bimas Islam Deswin Fitra, Kepala Seksi PAPKI Ahmad Tsauban, Penyelenggara Hindu Ida Bagus Suastika, Kepala KUA Labuhan Ratu Solihin Panji, penyuluh agama Kristen dan Katolik, serta Humas Kemenag Lampung Timur. Rombongan diterima Kapolres Yuliansyah bersama Kasat Binmas dan Kasat Intelkam.


Rokhman menyampaikan pentingnya membangun kolaborasi yang saling mendukung antara Kemenag dan kepolisian. Menurutnya, berbagai persoalan di tengah masyarakat membutuhkan komunikasi dan kerja sama lintas lembaga agar dapat ditangani secara tepat. Ia juga berharap sinergi tersebut dapat diwujudkan melalui langkah-langkah nyata, termasuk bersama pemerintah daerah.

“Kami berharap sinergi antara Kementerian Agama dan Polres Lampung Timur dapat diwujudkan melalui program-program nyata. Dengan saling mendukung, kita bisa bersama-sama memperkuat kehidupan beragama, menjaga kerukunan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ungkap Rokhman. 

Kapolres Lampung Timur, Yuliansyah, menyambut baik rencana kolaborasi tersebut dan menyatakan dukungan penuh terhadap program-program Kemenag. Ia menyebut sejumlah program kepolisian, seperti Polisi Peduli Pendidikan dan Polisi Sahabat Santri, memiliki peluang untuk disinergikan dengan program Kementerian Agama, khususnya dalam penguatan lingkungan pendidikan keagamaan dan pesantren.

“Kami ingin kolaborasi dengan Kementerian Agama semakin kuat. Kepolisian mendukung penuh upaya bersama untuk meningkatkan nilai-nilai spiritual masyarakat Lampung Timur. Program-program yang menyentuh pendidikan, pesantren, dan kehidupan keagamaan perlu kita dukung bersama,” ungkap Yuliansyah.

Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut adalah pembinaan dan pendataan pondok pesantren, termasuk sosialisasi kepada pesantren yang belum memiliki izin operasional. Kedua pihak juga membahas pentingnya sosialisasi moderasi beragama untuk mencegah berkembangnya ekstremisme dan radikalisme, sekaligus memperkuat pemahaman bahwa agama membawa nilai kasih sayang dan kemaslahatan bagi seluruh alam.


Selain itu, dibahas pula penguatan koordinasi antara penyuluh agama dan Bhabinkamtibmas di setiap kecamatan. Keduanya diharapkan dapat menjadi garda terdepan dalam mendeteksi persoalan sosial dan keagamaan sejak dini, sehingga permasalahan di masyarakat dapat segera ditindaklanjuti dari tingkat paling dekat dengan warga. Pembaruan dan sinkronisasi data penugasan Bhabinkamtibmas juga menjadi bagian dari pembahasan agar koordinasi di lapangan berjalan lebih optimal.

Ke depan, Kemenag dan Polres Lampung Timur berencana memperkuat komunikasi serta membangun gerakan kolaborasi bersama pemerintah daerah. Melalui sinergi tersebut, berbagai persoalan masyarakat diharapkan dapat ditangani lebih cepat, kehidupan beragama semakin harmonis, dan situasi keamanan serta ketertiban masyarakat tetap terjaga.