Search

Terharu Kembali Lantunkan Tri Sandhya Setelah 9 Tahun, Penyuluh Hindu Hadirkan Pembinaan Spiritual bagi Warga Binaan Rutan Sukadana

Terharu Kembali Lantunkan Tri Sandhya Setelah 9 Tahun, Penyuluh Hindu Hadirkan Pembinaan Spiritual bagi Warga Binaan Rutan Sukadana

Lampung Timur (humas) — Penyuluh Agama Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Timur, Ida Bagus Rai Legawa, Kadek Dwi Septiana, dan Nyoman Nurmala Dewi, melaksanakan pembinaan keagamaan bagi warga binaan beragama Hindu di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II Sukadana.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan pengamalan ajaran agama Hindu, khususnya melalui praktik melantunkan doa Tri Sandhya sebagai sarana mendekatkan diri kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.Dalam kegiatan tersebut, dua warga binaan beragama Hindu, yakni KM (26) dan IWPA (29), mengikuti praktik melantunkan mantra Tri Sandhya. Sementara itu, seorang warga binaan lainnya, IBMW (32), belum dapat mengikuti pembinaan karena sedang menjalani persidangan. Meskipun demikian, kegiatan pembinaan tetap berlangsung dengan memberikan pendampingan secara langsung kepada warga binaan yang hadir.

Para penyuluh agama Hindu terlebih dahulu memberikan panduan mengenai tata cara melantunkan Tri Sandhya, disertai penjelasan makna doa agar warga binaan tidak hanya mampu melafalkan mantra, tetapi juga memahami nilai spiritual yang terkandung di dalamnya. Selanjutnya, warga binaan diajak untuk bergantian mempraktikkan pelantunan Tri Sandhya dengan bimbingan para penyuluh. Sikap tangan dan posisi badan turut menjadi perhatian dan diberikan masukan agar praktik persembahyangan dapat dilakukan dengan lebih baik dan benar.

Suasana haru mewarnai kegiatan ketika IWPA mengungkapkan bahwa dirinya merasa terharu karena dapat kembali melantunkan mantra Tri Sandhya setelah kurang lebih sembilan tahun tidak pernah melaksanakan persembahyangan. Ia mengaku, berbagai persoalan hidup yang dihadapinya selama ini membuat dirinya jauh dari aktivitas keagamaan. Pengalaman tersebut menjadi momen bermakna yang membuka kembali ruang untuk mendekatkan diri kepada Tuhan melalui doa dan persembahyangan.

Melalui pembinaan ini, para penyuluh agama Hindu berharap warga binaan dapat kembali menumbuhkan kesadaran spiritual, memperkuat keyakinan, serta menjadikan ajaran agama sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan. Praktik Tri Sandhya juga diharapkan dapat menjadi kebiasaan positif yang memberikan ketenangan batin, menumbuhkan introspeksi diri, dan membangun semangat untuk memperbaiki diri selama menjalani masa pembinaan.

Kegiatan ini merupakan wujud nyata pelayanan dan pendampingan keagamaan bagi umat Hindu, termasuk mereka yang sedang menjalani masa pidana. Dengan pembinaan yang berkelanjutan, para penyuluh agama Hindu berupaya menghadirkan nilai-nilai Dharma di lingkungan rutan agar warga binaan memiliki kesempatan untuk memperdalam pemahaman agama, memperkuat keimanan, dan mempersiapkan diri menjadi pribadi yang lebih baik ketika kembali ke tengah masyarakat.**ns