Lampung Timur, Kemenag (Humas) — Peningkatan mutu pendidikan madrasah tidak cukup hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga perlu diimbangi dengan pembentukan akhlak, penguatan spiritualitas, dan pengembangan potensi peserta didik. Hal tersebut menjadi perhatian Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Timur, Rokhman, saat melakukan monitoring dan evaluasi (monev) Tes Kemampuan Akademik (TKA) di MTsN 2 Lampung Timur, Selasa (27/10/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Rokhman meninjau pelaksanaan TKA sekaligus berdialog dengan Kepala MTsN 2 Lampung Timur, Lenny Darnisah, mengenai kondisi dan perkembangan madrasah. Lenny menyampaikan bahwa MTsN 2 Lampung Timur didukung oleh 40 guru dan mengalami peningkatan jumlah siswa dari tahun ke tahun. Kondisi tersebut menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap madrasah sebagai salah satu pilihan pendidikan. Dari sisi sarana, gedung bagian depan terdiri atas enam ruang kelas serta kantor tata usaha (TU).
Rokhman menyampaikan bahwa kunjungannya bertujuan untuk melihat secara langsung kondisi riil madrasah, termasuk potensi yang dapat terus dikembangkan. Menurutnya, MTsN 2 Lampung Timur memiliki kekuatan dari sisi budaya madrasah dan sumber daya manusia yang perlu terus ditingkatkan melalui penguatan kompetensi, inovasi pembelajaran, serta pengembangan program yang memberikan dampak nyata bagi peserta didik.
“Madrasah jangan cepat berpuas diri dengan capaian yang sudah ada. Potensi yang dimiliki harus terus dikembangkan agar prestasi siswa semakin meningkat, tetapi tetap diimbangi dengan akhlak yang baik, kesantunan, dan penguatan spiritualitas,” pesannya.
Ia juga mendorong madrasah untuk meningkatkan prestasi akademik melalui pembinaan yang terarah, termasuk mempersiapkan siswa agar mampu bersaing dalam berbagai ajang olimpiade. Studi komparasi dengan madrasah lain juga dapat menjadi sarana bertukar pengalaman dan praktik baik, sehingga kesenjangan kualitas antar madrasah dapat diperkecil.
Selain prestasi, Rokhman menekankan pentingnya keseimbangan antara hak dan kewajiban guru, peningkatan kompetensi pendidik, serta penciptaan lingkungan belajar yang aman dan ramah bagi anak. Guru diharapkan mengedepankan pendekatan yang lembut, moderat, dan mendidik, sekaligus mencegah segala bentuk perundungan (bullying) di lingkungan madrasah.
Penguatan tersebut juga perlu sejalan dengan penerapan Kurikulum Berbasis Cinta, yang menempatkan nilai kasih sayang, penghormatan, dan kepedulian sebagai bagian dari proses pendidikan. Kebersihan lingkungan serta keramahan seluruh warga madrasah turut menjadi perhatian karena mencerminkan budaya kerja dan kualitas lingkungan belajar.
Melalui monitoring dan evaluasi ini, MTsN 2 Lampung Timur diharapkan terus berinovasi dan mengoptimalkan seluruh potensi yang dimiliki. Dengan penguatan kualitas pembelajaran, pembinaan karakter, dan pengembangan kompetensi guru, madrasah diharapkan mampu melahirkan generasi yang berprestasi, berakhlak mulia, serta siap menghadapi tantangan masa depan.
