Lampung Timur (Kemenag) — Penyelenggara Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Timur, Ida Bagus Suwastika, didampingi penyuluh agama Hindu Kadek Dwi Septiana, menghadiri undangan pengurus adat dalam rangka Pujawali Pura Dalem Satya Dharma di Desa Sadar Sriwijaya, Kecamatan Bandar Sribhawono, Kabupaten Lampung Timur, pada Minggu, 25/10/2026. Kegiatan keagamaan tahunan ini menjadi momentum bagi umat Hindu untuk meningkatkan sradha dan bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa sekaligus mempererat kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat.
Pujawali Pura Dalem Satya Dharma dilaksanakan setiap tahun pada Purnama Kelima. Sehari sebelum pelaksanaan pujawali, umat Hindu setempat terlebih dahulu melaksanakan kegiatan mendak ngebejian sebagai bagian dari rangkaian persiapan upacara. Pemuput pujawali adalah Ida Pedanda Putra Mambal. Umat Hindu di Desa Sadar Sriwijaya berjumlah 68 kepala keluarga (KK), dengan didukung tiga orang pemangku yang turut menjalankan pelayanan keagamaan bagi umat.
Pura Dalem Satya Dharma dibangun pada tahun 2005 dan kemudian direnovasi pada tahun 2013, bersamaan dengan pelaksanaan upacara mlaspas mendem pedagingan. Pura yang berdiri di atas lahan seluas 2.500 m2 tersebut menjadi tempat suci sekaligus pusat kegiatan keagamaan dan kebersamaan umat Hindu di Desa Sadar Sriwijaya.
Dalam acara seremonial, Ketua Adat Satya Dharma, Nyoman Sudarta, menyampaikan pentingnya menjaga kekompakan dan semangat gotong royong agar pelaksanaan Pujawali Pura Dalem Satya Dharma dapat terus berjalan dengan baik. Menurutnya, kebersamaan merupakan modal penting dalam menjaga keberlangsungan tradisi keagamaan sekaligus mewujudkan penerapan ajaran Tri Hita Karana, yaitu keharmonisan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam lingkungan.
Pada kesempatan tersebut, Penyelenggara Hindu Ida Bagus Suwastika menyampaikan sambutan sekaligus pesan dharma kepada umat. Ia menjelaskan pentingnya mendukung program Kementerian Agama yang berkaitan dengan theologi dan penguatan kehidupan beragama, termasuk menumbuhkan pemahaman bahwa ajaran agama hendaknya diwujudkan melalui perilaku yang membawa manfaat bagi kehidupan manusia dan kelestarian alam.
Ida Bagus Suwastika juga mengingatkan umat agar melaksanakan yajna dan dana punia dengan landasan lascarya, yaitu ketulusan dan keikhlasan, bukan karena keterpaksaan atau semata mata ingin mendapatkan pujian. Menurutnya, nilai utama dalam beragama bukan terletak pada besar kecilnya persembahan, melainkan pada ketulusan hati, niat yang baik, serta kesungguhan dalam menjalankan dharma. Beliau turut menyampaikan ajaran Catur Marga Yoga, yakni empat jalan untuk mendekatkan diri kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa melalui Karma Marga, Bhakti Marga, Jnana Marga, dan Raja Marga, yang dapat diterapkan sesuai kemampuan dan keadaan masing-masing umat.
Menutup pesan dharmanya, Penyelenggara Hindu mengimbau umat agar tidak merasa berat dalam menjalankan kehidupan beragama. Umat diajak melaksanakan ajaran Hindu secara bertahap, tulus, dan sesuai kemampuan, tanpa mengurangi semangat untuk bersembahyang, berbuat baik, menjaga keharmonisan, serta berkontribusi bagi masyarakat. Melalui Pujawali Pura Dalem Satya Dharma, diharapkan tumbuh umat yang semakin kuat dalam sradha dan bhakti, peduli terhadap sesama, serta mampu menjaga kelestarian tradisi dan nilai-nilai luhur Hindu dalam kehidupan sehari-hari.
