Search

Kepala KUA Way Bungur Sosialisasikan Program Unggulan dalam Musrenbangdes Tanjung Qencono

Kepala KUA Way Bungur Sosialisasikan Program Unggulan dalam Musrenbangdes Tanjung Qencono


Way Bungur (Humas) – Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Way Bungur, Miftahudin, menyampaikan program unggulan KUA dalam kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) Tanjung Qencono, Rabu (21/10/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di Balai Desa Tanjung Qencono, Kecamatan Way Bungur, Kabupaten Lampung Timur.

Dalam kesempatan tersebut, Miftahudin memaparkan sejumlah program unggulan KUA Way Bungur, salah satunya adalah upaya membumikan Al-Qur’an melalui Bimbingan Perkawinan bagi calon pengantin (catin).

Ia menjelaskan bahwa bimbingan pranikah tidak hanya bertujuan memberikan bekal kepada calon pengantin dalam membangun rumah tangga yang harmonis, tetapi juga menjadi sarana untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an sebagai bagian dari pembinaan kehidupan beragama dalam keluarga.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menguji kemampuan calon pengantin dalam membaca Al-Qur’an atau Iqra’ saat mengikuti bimbingan pranikah. Langkah ini diharapkan dapat mendorong calon pengantin untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an sebelum memasuki kehidupan berumah tangga.

Menurut Miftahudin, keluarga memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang berakhlak mulia. Oleh karena itu, pembinaan keagamaan bagi calon pengantin perlu menjadi perhatian bersama agar nilai-nilai Al-Qur’an dapat diterapkan dalam kehidupan keluarga sehari-hari.

Melalui penyampaian program unggulan dalam Musrenbangdes tersebut, KUA Way Bungur berharap terjalin sinergi yang semakin kuat dengan pemerintah desa dalam mendukung pembangunan masyarakat, khususnya di bidang keagamaan dan pembinaan keluarga.

Kegiatan Musrenbangdes menjadi salah satu ruang koordinasi bagi berbagai pihak untuk menyampaikan gagasan dan program yang dapat mendukung kemajuan desa, termasuk penguatan kehidupan beragama dan terwujudnya keluarga yang harmonis, mandiri, serta berlandaskan nilai-nilai keislaman.***ZA