Bekerja dengan Cinta, Melayani dengan Hati, Pesan Rokhman dalam Monitoring KUA Mataram Baru
Lampung Timur (Humas Kemenag) — Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Timur, Rokhman, melakukan monitoring dan pembinaan di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Mataram Baru, Selasa (20/10/2026). Kegiatan ini difokuskan pada penguatan kualitas pelayanan, budaya kerja yang positif, pemanfaatan literasi digital, serta peningkatan peran penyuluh agama agar kehadiran Kementerian Agama semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Kepala KUA Mataram Baru, Kasbulloh, bersama penghulu, penyuluh agama, dan seluruh staf mengikuti pembinaan tersebut. Dalam arahannya, Rokhman mengingatkan bahwa kualitas pelayanan tidak hanya ditentukan oleh prosedur yang dijalankan, tetapi juga oleh sikap, kepedulian, dan cara aparatur memperlakukan masyarakat yang datang membutuhkan layanan.
Ia mengajak seluruh jajaran KUA membangun budaya kerja yang dilandasi ketulusan dan kecintaan terhadap tugas. Menurutnya, pekerjaan yang dijalankan dengan ikhlas akan terasa lebih bermakna apabila disertai suasana kerja yang nyaman, semangat gotong royong, dan kolaborasi antarpegawai.
“Kerja dengan cinta, jalani dengan enjoy. Jangan sampai kita bekerja hanya karena uang. Bekerjalah karena kecintaan kepada Allah, dengan penuh keikhlasan, gotong royong, dan saling mendorong untuk membangun kebersamaan,” pesan Rokhman.
Selain budaya kerja, Rokhman menekankan pentingnya menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan kantor. Ia meminta seluruh pegawai menjadikan kantor sebagai rumah kedua yang perlu dirawat bersama, bukan sekadar tempat untuk melaksanakan pekerjaan. Penataan ruangan yang sudah dilakukan juga perlu dilanjutkan dengan menjaga kebersihan, memperindah, dan menghias lingkungan agar lebih nyaman bagi pegawai maupun masyarakat.
“Jadikan kantor ini rumah kedua Anda. Kebersihannya harus diperhatikan. Kalau kantor sudah ditata dengan baik, jangan hanya ditempati, tetapi juga diindahkan dan dihias. Kita harus punya rasa memiliki dan tanggung jawab untuk merawat lingkungan kerja,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Rokhman juga mengingatkan pentingnya literasi digital bagi aparatur KUA. Perkembangan teknologi perlu diikuti dengan kemampuan memanfaatkan media digital secara bijak, baik untuk mendukung pekerjaan maupun menyampaikan informasi yang bermanfaat kepada masyarakat. Ia berharap jajaran KUA semakin aktif menghadirkan informasi positif yang edukatif dan mampu memperkuat kerukunan.
Perhatian khusus juga diberikan kepada penyuluh agama agar pelaksanaan tugas tidak berhenti pada kegiatan rutin. Menurut Rokhman, penyuluhan harus menghasilkan perubahan yang dapat dirasakan masyarakat, baik dalam pemahaman keagamaan, perilaku sosial, maupun upaya menjaga kerukunan di lingkungan sekitar.
“Penyuluh harus ada dampak, harus ada efeknya. Saya ingin kita menjadi penyejuk di lingkungan, sejalan dengan misi Kementerian Agama. Kehadiran kita harus membawa kebaikan, memberikan ketenangan, dan memperkuat kehidupan masyarakat,” tegasnya.
Melalui monitoring dan pembinaan ini, Rokhman berharap seluruh jajaran KUA Mataram Baru semakin memperkuat komitmen dalam memberikan pelayanan yang ramah, menjaga lingkungan kerja yang nyaman, serta membangun kolaborasi yang solid. Dengan budaya kerja yang dilandasi ketulusan dan semangat melayani, KUA diharapkan mampu menjadi tempat pelayanan keagamaan yang profesional sekaligus menghadirkan kesejukan dan manfaat nyata bagi masyarakat.
