Search

Pelatihan Manasik Haji Guru RA di Kalianda, KBC Diperkuat melalui Pembelajaran Praktik

Pelatihan Manasik Haji Guru RA di Kalianda, KBC Diperkuat melalui Pembelajaran Praktik

Lampung Selatan (Humas Kemenag) — Pembelajaran tentang ibadah sejak usia dini membutuhkan pendekatan yang dekat dengan pengalaman anak. Hal itu diwujudkan Pimpinan Daerah Ikatan Guru Raudhatul Athfal (PD IGRA) Kabupaten Lampung Timur melalui Pelatihan Manasik Haji bagi Guru RA yang dilaksanakan di Kalianda, Lampung Selatan, Sabtu (26/9/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Timur, Rokhman, bersama Kasi Pendidikan Madrasah Latif Khairin Bahri dan staf Seksi Pendidikan Madrasah Nursalim. Ketua PD IGRA Kabupaten Lampung Timur, Nur Chayati, turut mendampingi pelaksanaan kegiatan yang diikuti para guru RA.


Pelatihan manasik haji ini menjadi salah satu bentuk implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang dikembangkan Kementerian Agama. Melalui kegiatan tersebut, guru tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai tata cara pelaksanaan ibadah haji, tetapi juga mendapatkan pengalaman yang dapat diterjemahkan menjadi pembelajaran yang lebih kontekstual bagi anak usia dini.

Kepala Kemenag Lampung Timur, Rokhman, mengapresiasi inisiatif PD IGRA dalam menghadirkan pembelajaran keagamaan yang dapat memberikan pengalaman langsung kepada guru. Menurutnya, pendekatan pembelajaran yang menyentuh aspek pengetahuan, pengalaman, dan nilai-nilai cinta akan membantu guru dalam menanamkan karakter keagamaan kepada anak sejak dini.

“Kurikulum Berbasis Cinta mengajarkan kita bahwa pendidikan bukan hanya menyampaikan pengetahuan, tetapi juga menanamkan nilai dan keteladanan. Guru RA memiliki peran penting dalam mengenalkan nilai-nilai ibadah kepada anak dengan cara yang menyenangkan dan dekat dengan dunia mereka,” ujar Rokhman.


Melalui pelatihan ini, guru RA diharapkan mampu mengembangkan kegiatan pembelajaran manasik yang sederhana, menarik, dan sesuai dengan karakteristik anak usia dini. Pengalaman tersebut juga dapat membantu anak mengenal tahapan ibadah haji sekaligus memahami nilai-nilai seperti keteladanan, kebersamaan, kedisiplinan, kesabaran, dan kepedulian.

Rokhman menambahkan, penguatan kapasitas guru menjadi bagian penting dalam menghadirkan pendidikan madrasah yang tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik, tetapi juga pembentukan karakter. Dengan guru yang memiliki pemahaman dan pengalaman yang baik, nilai-nilai keagamaan diharapkan dapat diteruskan kepada peserta didik melalui proses pembelajaran yang lebih bermakna.

Pelatihan ini diharapkan memberikan bekal bagi guru RA di Lampung Timur untuk menghadirkan pembelajaran keagamaan yang lebih aplikatif, sehingga anak tidak sekadar mengenal ibadah melalui penjelasan, tetapi juga memperoleh pengalaman belajar yang membantu mereka memahami nilai dan makna di baliknya.