Lampung, MAN IC (Humas) --- MAN Insan Cendekia Lampung Timur
memperkuat komitmen terhadap tertib administrasi dan akuntabilitas
pengelolaan Barang Milik Negara (BMN) melalui keikutsertaan dalam exit
meeting pemeriksaan kepatuhan BPK RI atas pengelolaan BMN periode 2024–2026.
Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Pepadun Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung, Kamis (24/9/2026). Exit meeting diikuti sejumlah pejabat dan pimpinan satuan kerja di lingkungan Kementerian Agama Provinsi Lampung, termasuk Kepala MAN Insan Cendekia Lampung Timur.
Dalam exit meeting, Kepala MAN Insan
Cendekia Lampung Timur, Dr. H. Muhammad Naim, S.Pi., M.Pd., menegaskan
komitmen madrasah untuk menjadikan hasil pemeriksaan BPK RI sebagai bahan
evaluasi dan perbaikan berkelanjutan dalam pengelolaan BMN. Menurutnya, setiap
catatan dan masukan yang disampaikan menjadi bagian penting untuk memperkuat tertib
administrasi, pengamanan aset, serta akuntabilitas pengelolaan BMN di
lingkungan madrasah.
Komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya MAN IC
Lampung Timur untuk memastikan aset negara yang berada dalam pengelolaan madrasah
tercatat, terdokumentasi, terpelihara, dan dimanfaatkan sesuai ketentuan serta
mendukung pelaksanaan layanan pendidikan.
Sementara itu, Asubtim 3 BPK RI, Novan Ariful,
menjelaskan bahwa pemeriksaan yang dilakukan masih merupakan pemeriksaan
pendahuluan. Karena itu, BPK belum menyampaikan temuan pemeriksaan final dalam exit
meeting, melainkan sejumlah poin permasalahan berdasarkan hasil pemeriksaan
di lapangan.
Menurut Novan, poin-poin permasalahan tersebut
masih dapat ditindaklanjuti oleh satuan kerja sebelum laporan pemeriksaan
terinci diselesaikan. Penyelesaian atas catatan tersebut diharapkan dapat
menjadi bagian dari langkah perbaikan pengelolaan BMN.
"Kalau teman-teman bisa menyelesaikannya
sebelum kami menyelesaikan laporan terinci, bisa jadi poin-poin permasalahan
yang kami sampaikan saat ini tidak naik ke dalam laporan," jelas Novan.
Dalam pemaparannya, BPK menyampaikan sejumlah aspek
pengelolaan BMN yang perlu mendapat perhatian, antara lain kelengkapan
dokumen aset, pencatatan aset tanah, pengelolaan tanah wakaf dan hibah,
pencatatan bangunan hasil renovasi, serta pengamanan dan pemanfaatan aset
negara.
BPK juga menekankan pentingnya kesesuaian antara
kondisi fisik aset dan data administrasi. Beberapa aset tanah yang belum
tercatat serta dokumen aset yang perlu ditelusuri kembali menjadi bagian dari
poin yang mendapat perhatian dalam pemeriksaan.
Selain itu, kejelasan status tanah dan bangunan
yang berdiri di atas tanah wakaf atau hibah dinilai penting agar pengelolaan
aset memiliki dasar administrasi yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.
Novan mendorong setiap satuan kerja untuk
memperkuat koordinasi dan konsolidasi dalam pengelolaan BMN. Menurutnya,
persoalan yang ditemukan dalam pemeriksaan perlu dipahami bersama agar risiko
serupa dapat dicegah dan diminimalkan pada masa mendatang.
BPK juga mendorong satuan kerja untuk
mengoptimalkan sistem informasi BMN dalam memantau aset, termasuk aset yang
digunakan atau dimanfaatkan oleh pihak lain. Pencatatan dan dokumentasi yang
memadai diperlukan agar keberadaan, status, dan pemanfaatan aset dapat dipantau
secara berkelanjutan.
Bagi MAN IC Lampung Timur, exit meeting
tersebut menjadi momentum untuk memperkuat tata kelola BMN yang tertib,
transparan, akuntabel, dan sesuai ketentuan. Hasil pemeriksaan dan berbagai
masukan yang disampaikan akan menjadi bahan evaluasi dalam meningkatkan
pengelolaan aset di lingkungan madrasah.
Melalui tindak lanjut dan evaluasi secara
berkelanjutan, MAN IC Lampung Timur berkomitmen memastikan pengelolaan BMN
berjalan secara optimal dan mampu mendukung penyelenggaraan pendidikan serta
peningkatan mutu layanan madrasah.
Kegiatan Exit Meeting dihadiri oleh sejumlah
pejabat di lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung, Kepala
Kementerian Agama Kota Metro, Kasi Bimas Islam Kementerian Agama Kota Bandar
Lampung, Plh. Kepala Subbagian Tata Usaha Kementerian Agama Kabupaten Lampung
Selatan, Kepala MAN Insan Cendekia Lampung Timur, Kepala KUA Kecamatan
Kemiling, Kepala MIN 6 Bandar Lampung, Kepala MIN 7 Bandar Lampung, perwakilan
UIN Raden Intan Lampung dan UIN Jurai Siwo Lampung, serta sejumlah tamu
undangan lainnya.
(Wid/Tim Humas)
