Labuhan Ratu, MAN IC (Humas) --- Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia (MAN IC) Lampung Timur resmi menggelar Penilaian Harian Bersama melalui Sumative Assessment Scope 1 yang berlangsung selama satu pekan penuh, mulai Senin hingga Sabtu, 21–26 September 2026.
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh peserta didik dari kelas X, XI, dan XII. Adapun mata
pelajaran yang diujikan mencakup mata
pelajaran umum serta Pendidikan Agama Islam (PAI). Dalam pelaksanaannya,
madrasah menerapkan metode berbasis kombinasi (hybrid), yakni sebagian mata pelajaran diujikan
secara online dan sebagian
lainnya tetap dilaksanakan berbasis kertas sesuai karakteristik materi masing-masing.
Untuk menjamin kelancaran, kesetaraan, serta ketertiban ujian, pihak madrasah menyiapkan 12 ruang ujian dengan menerapkan sistem acak pada penempatan tempat duduk murid. Selain itu, di setiap ruang ujian disiagakan guru pengawas yang bertugas menjaga suasana ujian tetap kondusif, memandu kendala teknis, serta memastikan seluruh tata tertib ditaati dengan baik.
Ujian ini diselenggarakan sebagai langkah strategis madrasah untuk
mengukur sejauh mana para murid menyerap materi pelajaran sekaligus
mengevaluasi pencapaian kompetensi secara objektif. Sejak hari pertama, para murid
tampak antusias dan mengikuti setiap sesi asesmen dengan penuh kedisiplinan,
ketertiban, serta rasa tanggung jawab tinggi sesuai jadwal yang telah
ditetapkan.
Ketua Panitia sekaligus Wakil Kepala (Waka) Bidang Akademik MAN IC
Lampung Timur, Kastono, M.Pkim., menegaskan bahwa asesmen ini dirancang secara
matang agar mampu menjadi instrumen evaluasi yang akurat.
"Penilaian Harian Bersama ini kami laksanakan secara terjadwal untuk mengukur sejauh mana capaian pembelajaran para murid. Kami berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh, jujur, dan mandiri, sehingga hasil yang diperoleh benar-benar mencerminkan kemampuan mereka," ujar Kastono.
Ia menambahkan, data yang diperoleh dari asesmen ini nantinya akan
dianalisis secara mendalam oleh para guru sebagai bahan pemetaan. Materi yang
sudah dipahami dengan baik akan dikembangkan melalui program pengayaan,
sedangkan materi yang masih perlu penguatan bakal ditindaklanjuti lewat program
remedial.
Kepala MAN IC
Lampung Timur, dr. H. Muhammad Naim, S.Pi., M.Pd., turut memberikan apresiasi
atas kelancaran dan ketertiban proses asesmen tersebut. Menurutnya, penilaian
akademik harus senantiasa berjalan beriringan dengan pembentukan karakter murid.
"Asesmen
bukan semata-mata untuk memperoleh nilai, tetapi juga menjadi bagian penting
dari proses evaluasi dan peningkatan kualitas pembelajaran. Hasil penilaian ini
diharapkan menjadi motivasi bagi para murid untuk terus meningkatkan kompetensi
dan prestasi akademiknya," ungkap Muhammad Naim.
Melalui Sumative
Assessment Scope 1 ini, MAN IC Lampung Timur optimis dapat memperoleh
gambaran capaian belajar murid yang menyeluruh dan objektif. Lebih dari sekadar
ajang berburu nilai, momentum ini mempertegas komitmen madrasah dalam merawat
budaya akademik yang progresif berfokus pada evaluasi, refleksi, serta
pembenahan berkelanjutan demi melahirkan proses pembelajaran yang kian
berkualitas dan berdaya saing.
(Wid/Tim
Humas)
