Labuhan Ratu, MAN IC (Humas) --- Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh MAN Insan Cendekia Lampung Timur. Tim riset madrasah yang terdiri atas Raihan Lathif Harianto, siswa kelas XII.A, dan M. Rahid Athallah, siswa kelas XI.D, berhasil lolos sebagai Finalis Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) Nasional 2026 pada cabang Ilmu Sosial dan Humaniora.
Keberhasilan tersebut diumumkan pada 13 September 2026, setelah melalui
serangkaian tahapan seleksi yang berlangsung selama berbulan-bulan. Karya
penelitian yang diajukan mengangkat persoalan sosial-ekonomi masyarakat di
sekitar kawasan Taman Nasional Way Kambas, sebuah isu yang dekat dengan
lingkungan Lampung Timur sekaligus memiliki keterkaitan dengan agenda
pembangunan berkelanjutan.
Penelitian tersebut berjudul:
“Makmur dalam Perencanaan, Rentan dalam Realitas:
Perubahan Mata Pencaharian dan Kerentanan Ekonomi Masyarakat Penyangga Taman
Nasional Way Kambas dalam Perspektif Sustainable Development Goals (SDGs) 1 dan
8.”
Penelitian ini tidak berhenti pada persoalan akademik semata. Tim riset
berusaha melihat secara lebih mendalam bagaimana perubahan mata pencaharian dan
kondisi ekonomi masyarakat penyangga kawasan Taman Nasional Way Kambas berlangsung
dalam realitas kehidupan sehari-hari. Melalui penelitian tersebut, para siswa
mencoba memahami bagaimana masyarakat menghadapi perubahan kondisi ekonomi
sekaligus bagaimana pembangunan dapat berjalan beriringan dengan upaya menjaga
keberlanjutan lingkungan.
Mengangkat
Persoalan Lokal dalam Perspektif Global
Pemilihan masyarakat penyangga Taman Nasional Way Kambas sebagai objek
penelitian menunjukkan keberanian siswa untuk mengangkat persoalan yang berada
di lingkungan terdekat mereka. Way Kambas tidak hanya dikenal sebagai kawasan
konservasi yang memiliki nilai penting bagi kelestarian alam dan keanekaragaman
hayati. Di sisi lain, terdapat masyarakat yang hidup dan menggantungkan
kehidupannya pada berbagai aktivitas ekonomi di sekitar kawasan tersebut.
Kondisi inilah yang kemudian menjadi ruang bagi tim riset MAN IC Lampung
Timur untuk melihat hubungan antara perubahan mata pencaharian, kondisi
ekonomi, dan keberlanjutan kehidupan masyarakat. Penelitian tersebut juga
dikaitkan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 1
tentang Tanpa Kemiskinan dan SDGs 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan
Ekonomi. Dengan pendekatan tersebut, penelitian siswa tidak hanya membaca
persoalan dari sisi lokal, tetapi juga menghubungkannya dengan isu pembangunan
yang menjadi perhatian masyarakat global.
Perjalanan Panjang
Menuju Final OPSI
Lolosnya tim riset MAN IC Lampung Timur sebagai finalis nasional
merupakan hasil dari proses yang berlangsung selama berbulan-bulan.
Rangkaian OPSI 2026 diawali dengan rilis panduan pada Februari 2026,
kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi pelaksanaan pada 12 Februari 2026.
Selanjutnya, peserta mengikuti proses pendaftaran dan pengunggahan proposal
penelitian pada 6 Februari hingga 7 Maret 2026. Proposal yang masuk kemudian
melalui tahap verifikasi administrasi pada 7–10 Maret 2026.
Tahap berikutnya adalah penilaian dan seleksi proposal penelitian pada 26
Maret–4 April 2026. Hasil reviu dan seleksi proposal diumumkan pada 6
April 2026. Setelah dinyatakan lolos, tim melanjutkan proses penelitian
pada April hingga Agustus 2026. Pada tahap ini, Raihan dan Rahid menjalani
proses penelitian, pengumpulan serta pengolahan data, analisis, hingga
penyusunan laporan hasil penelitian.
Laporan penelitian kemudian diunggah paling lambat 31 Agustus 2026
untuk mengikuti tahap penilaian dan seleksi laporan hasil penelitian yang
berlangsung pada 3–11 September 2026. Penantian tersebut akhirnya
membuahkan hasil. Pada 13 September 2026, diumumkan bahwa tim riset MAN
IC Lampung Timur berhasil masuk dalam jajaran Finalis OPSI Nasional 2026.
Dalam perjalanan penelitian tersebut, Raihan Lathif Harianto dan M.
Rahid Athallah mendapatkan pendampingan dari Ari Rahmat, M.Pd. selaku
guru pembimbing. Pendampingan guru menjadi bagian penting dalam proses
penelitian, mulai dari mengembangkan gagasan, mempertajam permasalahan,
menyusun penelitian, hingga mempersiapkan siswa untuk mempertanggungjawabkan
hasil penelitian secara akademik.
Proses tersebut sekaligus memberikan pengalaman berharga kepada siswa
bahwa penelitian bukan sekadar kegiatan untuk mengikuti kompetisi. Penelitian
merupakan proses untuk bertanya, mencari data, menganalisis realitas, menyusun
argumentasi, dan menghadirkan gagasan yang dapat memberikan manfaat.
Keberhasilan tim menjadi gambaran bahwa budaya riset di madrasah dapat menjadi
ruang pembelajaran yang mendorong siswa untuk lebih peka terhadap persoalan
sosial di sekitarnya.
Kepala MAN Insan Cendekia Lampung Timur, Dr. H. Muhammad Naim, S.Pi.,
M.Pd., menyampaikan apresiasi atas keberhasilan tim riset tersebut.
Menurutnya, keberhasilan siswa menembus final OPSI Nasional merupakan sebuah
prestasi yang membanggakan sekaligus menjadi bukti bahwa siswa madrasah mampu
berkompetisi di tingkat nasional melalui karya ilmiah yang berangkat dari
persoalan nyata di masyarakat.
“Kami mengapresiasi kerja keras siswa dan guru
pembimbing. Lolosnya tim riset MAN IC Lampung Timur sebagai finalis OPSI
Nasional 2026 bukan hanya sebuah prestasi, tetapi juga menunjukkan bahwa siswa
madrasah mampu membaca persoalan di lingkungan sekitar dan mengolahnya menjadi
karya penelitian yang bernilai.”ungkapnya
Ia berharap capaian tersebut dapat menjadi motivasi bagi siswa lainnya
untuk terus mengembangkan budaya akademik dan penelitian di lingkungan
madrasah. Kemampuan melakukan penelitian, menurutnya, akan membantu siswa
membangun karakter sebagai pembelajar yang kritis, teliti, objektif, kreatif,
dan mampu menawarkan solusi terhadap berbagai persoalan.
Perjalanan tim riset MAN IC Lampung Timur belum berakhir. Setelah
dinyatakan sebagai finalis, Raihan Lathif Harianto dan M. Rahid Athallah akan
melanjutkan perjuangan pada Final OPSI Nasional 2026 yang akan dilaksanakan
di Jakarta pada 24–30 September 2026.
Tahap final menjadi momentum penting bagi para finalis dari berbagai
daerah di Indonesia untuk mempresentasikan hasil penelitian terbaik mereka.
Dalam tahapan tersebut, peserta akan mengikuti penilaian visualisasi hasil
karya, presentasi, dan wawancara hasil penelitian, yang kemudian dilanjutkan
dengan penetapan pemenang dan pemberian penghargaan.
Bagi Tim Riset MAN IC Lampung Timur, kesempatan tampil di Jakarta
menjadi pengalaman berharga sekaligus kebanggaan tersendiri. Mereka tidak hanya
membawa hasil penelitian tentang masyarakat penyangga Taman Nasional Way
Kambas, tetapi juga membawa nama MAN Insan Cendekia Lampung Timur dan Provinsi
Lampung ke panggung kompetisi penelitian tingkat nasional. Menjelang
pelaksanaan final, tim bersama guru pembimbing Ari Rahmat, M.Pd., terus
mempersiapkan diri dengan mematangkan materi penelitian, memperkuat kemampuan
presentasi, serta mempersiapkan diri menghadapi sesi wawancara.
Kisah tim riset MAN IC Lampung Timur menunjukkan bahwa penelitian dapat
dimulai dari hal yang dekat. Dari masyarakat sekitar Way Kambas, para siswa
menemukan persoalan yang kemudian mereka kaji secara ilmiah dan hubungkan
dengan agenda pembangunan berkelanjutan.
Dari sebuah pertanyaan tentang kehidupan masyarakat, lahir sebuah
penelitian. Dari penelitian tersebut, tumbuh keberanian untuk menyampaikan
gagasan di tingkat nasional. Meneliti realitas, memahami persoalan,
menghadirkan gagasan, dan menginspirasi perubahan. Itulah semangat yang
dibawa Raihan Lathif Harianto dan M. Rahid Athallah dalam perjalanan mereka
menuju Final OPSI Nasional 2026.
Dari MAN Insan Cendekia Lampung Timur, mereka membuktikan bahwa generasi
muda madrasah tidak hanya mampu menjadi peserta dalam perkembangan ilmu
pengetahuan, tetapi juga dapat menjadi peneliti muda yang peka terhadap
persoalan masyarakat dan berani menawarkan perspektif untuk masa depan yang
lebih berkelanjutan. Dari Lampung Timur menuju Jakarta, dari persoalan lokal
menuju panggung nasional.
(Wid/Tim Humas)
