Sukadana (Humas) — Penyuluh Agama Islam Kabupaten Lampung Timur melaksanakan salat Istisqa bersama warga binaan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Sukadana, Selasa (15/9/2026). Kegiatan tersebut diikuti kurang lebih 100 jamaah yang terdiri dari warga binaan dan petugas Rutan.
Salat Istisqa dilaksanakan sebagai bentuk ikhtiar dan doa bersama untuk memohon turunnya hujan kepada Allah SWT, sekaligus menjadi bagian dari pembinaan mental dan spiritual bagi warga binaan.
Bertindak sebagai imam dalam pelaksanaan salat Istisqa, Fery Sandria, S.Sos.I., sementara khutbah disampaikan oleh Minaryo, S.E.I., M.E. Dalam khutbahnya, jamaah diajak untuk meningkatkan ketakwaan, memperbanyak istighfar, introspeksi diri, serta memohon ampunan dan rahmat Allah SWT.
Kegiatan ini merupakan bagian dari pembinaan dan penyuluhan agama secara rutin yang dilaksanakan oleh Penyuluh Agama Islam Kabupaten Lampung Timur kepada warga binaan Rutan Kelas IIB Sukadana. Pembinaan tersebut tidak hanya berfokus pada aspek keagamaan, tetapi juga diharapkan dapat membangun kesadaran, ketenangan batin, dan motivasi warga binaan untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
Hadir dalam kegiatan pembinaan tersebut sejumlah Penyuluh Agama Islam, di antaranya Hj. Idawati, S.Th.I., M.H., Dra. Mardiana, dan Minatul Mukaromah, S.H.
Melalui kegiatan salat Istisqa ini, para penyuluh berharap warga binaan dapat semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT dan menjadikan setiap proses pembinaan sebagai momentum untuk melakukan perubahan positif dalam kehidupan.
Salat Istisqa juga menjadi pengingat bahwa manusia senantiasa membutuhkan pertolongan dan kasih sayang Allah SWT, sehingga sudah semestinya memperbanyak doa, istighfar, serta memperbaiki hubungan dengan Allah dan sesama manusia.***(DTP)
