Purbolinggo (Humas) – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Purbolinggo memberikan layanan Bimbingan Perkawinan kepada empat pasang calon pengantin (catin), Rabu (9/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya KUA dalam mempersiapkan calon pengantin agar memiliki bekal pengetahuan dan keterampilan dalam membangun kehidupan rumah tangga.
Bimbingan diberikan sebagai ruang pembekalan bagi calon pengantin sebelum memasuki kehidupan berkeluarga. Materi diarahkan pada pemahaman tentang hak dan kewajiban suami istri, komunikasi dalam keluarga, pengelolaan konflik, kesehatan keluarga, serta pentingnya membangun rumah tangga yang dilandasi nilai-nilai agama.
Kepala KUA Purbolinggo, Drs. H. Muhammad Akmal, M.Sy., menyampaikan bahwa perkawinan bukan hanya menyatukan dua orang, tetapi juga merupakan ikatan yang memiliki tanggung jawab besar di hadapan Allah Swt.
“Calon pengantin perlu memiliki kesiapan yang cukup, bukan hanya secara administratif, tetapi juga kesiapan ilmu, mental, spiritual, dan kemampuan berkomunikasi. Bimbingan perkawinan menjadi bekal agar pasangan mampu menjalani kehidupan rumah tangga secara bijaksana,” ujarnya.
Menurutnya, kehidupan rumah tangga tentu tidak selalu berjalan tanpa persoalan. Karena itu, pasangan suami istri perlu membangun komunikasi yang sehat, saling menghargai, mengedepankan musyawarah, serta menyelesaikan setiap persoalan dengan cara yang baik dan tidak emosional.
Selain aspek kehidupan keluarga, peserta juga mendapatkan penguatan mengenai pentingnya membangun keluarga yang memiliki ketahanan, menjaga keharmonisan, serta menciptakan lingkungan keluarga yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
KUA Purbolinggo terus mendorong agar layanan Bimbingan Perkawinan dimanfaatkan secara maksimal oleh calon pengantin. Dengan bekal pengetahuan dan pemahaman yang baik, diharapkan para pasangan mampu membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah.
Kegiatan Bimbingan Perkawinan berlangsung dengan suasana interaktif. Keempat pasangan calon pengantin mengikuti materi dan sesi diskusi dengan antusias sebagai bekal menuju kehidupan rumah tangga yang harmonis dan bertanggung jawab.
