Mataram Baru, Lampung Timur (Humas KUA) – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Mataram Baru menggelar rapat koordinasi dalam rangka memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan secara optimal di tengah situasi erupsi Anak Krakatau. 7/9/2026.
Rapat koordinasi tersebut diikuti oleh kepala KUA Mataram Baru H. Kasbolah, Penghulu muda, Penyuluh Agama Islam dan staf operator. Koordinasi tersebut menjadi bagian dari langkah antisipatif KUA Mataram Baru dalam menyikapi kondisi dan potensi dampak erupsi, khususnya terhadap aktivitas pelayanan dan mobilitas masyarakat maupun pegawai.
Dalam rapat tersebut dibahas pengaturan jadwal Work From Home (WFH) bagi pegawai secara terencana dan bergiliran. Kebijakan ini dilakukan dengan tetap memperhatikan kebutuhan pelayanan masyarakat, sehingga meskipun sebagian pegawai melaksanakan tugas dari rumah, pelayanan KUA tetap dapat berjalan dengan baik.
Kepala KUA Mataram Baru H. Kasbolah menegaskan bahwa keselamatan dan keamanan pegawai serta masyarakat menjadi perhatian utama. Namun demikian, kondisi tersebut tidak menjadi alasan untuk menghentikan pelayanan kepada masyarakat, sebagai mana diketahui bahwa wilayah Lampung Timur termasuk wilayah yang tidak terlalu terdampak.
“Pelayanan kepada masyarakat harus tetap berjalan. Dengan adanya pengaturan jadwal WFH secara bergiliran, kita berupaya menjaga keselamatan pegawai sekaligus memastikan kebutuhan masyarakat tetap terlayani,” ujarnya.
Melalui koordinasi dan pembagian tugas yang baik, seluruh pegawai diharapkan tetap menjalankan tugas dan tanggung jawab masing-masing secara profesional. Pegawai yang melaksanakan WFH tetap dapat menyelesaikan pekerjaan administratif dan pelayanan yang dapat dilakukan dari tempat tinggal.
KUA Mataram Baru juga mengimbau seluruh pegawai untuk terus mengikuti informasi dan arahan dari instansi berwenang terkait perkembangan erupsi Anak Krakatau serta mengutamakan keselamatan dalam menjalankan aktivitas.
Dengan langkah koordinatif tersebut, KUA Mataram Baru berkomitmen untuk tetap memberikan pelayanan keagamaan kepada masyarakat secara aman, tertib, dan optimal, sekaligus tetap waspada terhadap perkembangan situasi. ~fin@
