Lampung Timur (Humas Kemenag) — Dalam upaya meningkatkan kualitas pembinaan profesi Guru Pendidikan Agama Islam (GPAI), Kelompok Kerja Pengawas (Pokjawas) Kementerian Agama Kabupaten Lampung Timur mengikuti Workshop Peningkatan Kompetensi Pengawas Pembinaan Profesi GPAI pada Sistem Informasi dan Administrasi Guru Agama (SIAGA) yang diselenggarakan di Kota Bandar Lampung pada Rabu–Kamis, 15–16 Juli 2026.
Kegiatan tersebut diikuti oleh para pengawas Pendidikan
Agama Islam dari berbagai kabupaten/kota se-Provinsi Lampung. Dari Kementerian
Agama Kabupaten Lampung Timur, peserta yang hadir yakni Muslimin, Sugeng
Harianto, Zarneliana, dan Sugono.
Workshop secara resmi dibuka oleh Kepala Bidang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Islam (Papki) Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung, Indra Jaya. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya peningkatan kapasitas pengawas sebagai garda terdepan dalam melakukan pembinaan dan pendampingan profesional bagi Guru Pendidikan Agama Islam, khususnya melalui optimalisasi pemanfaatan aplikasi SIAGA.
Salah satu peserta, Zarneliana, menyampaikan bahwa kegiatan
ini menjadi sarana untuk memperbarui pemahaman pengawas terhadap berbagai
kebijakan terbaru serta meningkatkan kompetensi dalam melakukan pembinaan
kepada guru PAI.
"Workshop ini sangat bermanfaat karena memberikan pemahaman yang lebih mendalam terkait pembinaan profesi Guru PAI melalui SIAGA. Harapannya, ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dalam mendampingi guru agar semakin profesional dan mampu memberikan layanan pendidikan agama yang berkualitas," ujarnya.
Melalui keikutsertaan dalam workshop ini, Pokjawas Kementerian Agama Kabupaten Lampung Timur diharapkan semakin siap mengoptimalkan perannya dalam membina dan mengawal peningkatan kompetensi Guru Pendidikan Agama Islam. Peningkatan kapasitas pengawas tersebut diharapkan berdampak pada semakin baiknya kualitas layanan pendidikan agama di sekolah, sehingga mampu mendukung terwujudnya peserta didik yang berkarakter, berakhlak mulia, dan memiliki pemahaman keagamaan yang moderat sesuai dengan tujuan pembangunan pendidikan nasional.
