Way Bungur (Humas KUA) – Technical
Assistant Satuan Tugas Percepatan Penurunan Stunting Provinsi Lampung, Heri
Wahyono, didampingi Umi Khoiriyah, PLKB Kecamatan Way Bungur, bersilaturahmi ke
KUA Way Bungur guna melakukan
sinergisitas dan kolaborasi dalam implementasi Elsimil, yakni aplikasi Elektronik Siap Nikah dan Hamil yang
digagas oleh BKKBN RI. Rabu (21/09/2022).
Pada prolognya Heri
menuturkan, bahwa Aplikasi Elsimil sendiri
merupakan program dari BKKBN dalam upaya menurunkan angka stunting di
Indonesia. Aplikasi ini merupakan sebuah aplikasi edukasi dengan sistem
elektronik siap nikah dan siap hamil yang menjadi prioritas program BKKBN.
Aplikasi ini sebagai bentuk skrining awal dan edukasi tentang kesehatan
reproduksi, perbaikan gizi bagi calon pengantin perempuan serta edukasi
perilaku hidup sehat. Sasaran utama dari program ini adalah para remaja yang
mau berumah tangga.
“Maka
kami sangat berharap bantuan dan kerjasama dari KUA Way Bungur untuk memberikan
edukasi lanjutan kepada orang tua yang anaknya akan menikah dan juga kepada para
catin untuk melapor sedini mungkin kepada pamong desa ketika ada kehendakakan
menikah, agar diarahkan untuk mendowload Aplikasi Elsimil dan selalu didampingi
oleh pendamping KB Desa yang berjumlah 72 orang sekecamatan Way Bungur.” Harap Heri.
Gayung pun bersambut, harapan tersebut
direspon dengan baik oleh Solihin Panji, Kepala KUA Way Bungur, ia siap mendukung aplikasi
edukasi dengan sistem elektronik siap nikah dan siap hamil (Elsimil) ini dengan
memberikan edukasi sedini mungkin kepada catin, baik pada suscatin maupun pada
pertemuan formalinformallainnya. Karena sejatinya hubungan komunikasi
yang baik telah terjalin lama antara PLKB dan KUA di Way Bungur.
“Kami sangat mendukung program Elsimil ini, disamping sudah ada MoU antara dua Kementerian di tingkat pusat, juga karena hal ini sejalan dengan program kami di KUA yang disebut Program “KUWABEH PENTING” yaitu ‘KUA Way Bungur Beri Edukasi Hal Penurunan Pencegahan Stunting’. Tegas Solihin.
Kita punya komitmen yang sama, yakni Peduli
Pencegahan Stunting, dan kita mendukung BKKBN yang mempunyai program bagus,
tiga bulan sebelum mereka (pasangan) menikah diperiksa, wabil khusus calon
pengantin putri,” kata Panji, panggilan akrab Ka KUA ini.
Umi Khoiriyah,
PLKB Way Bungur menambahkan bahwa pemeriksaan dalam program ini mencakup kadar
Hemoglobin, lingkar lengan hingga tinggi badan serta kesehatan secara
menyeluruh dari calon pengantin (catin) putri.
Sementara untuk
catin putra, pemeriksaan melingkupi beberapa aspek kesehatan, salah satu yang
jadi fokus adalah kebiasaan merokok.
“Yang merokok, ya
kalau bisa berhenti merokoknya paling tidak tiga bulan, sehingga nanti pada
saat berproses (reproduksi) mereka semuanya (sehat). Insyaallah bayinya (juga)
akan sehat,” ujarnya.
Silaturahmi tersebut menghasilkan kesepakatan akan dilaksanakannya loka karya atau FGD di level Kecamatan yang akan diikuti oleh lintas sektoral, sebagai penjamin komitmen dalam malakukan deteksi sejak awal pengendalian stunting yang diagendakan pelaksaannya pada awal bulan Oktober 2022.*** [SPBP]
