Search

Ananda Bersinar Jadi Gerakan Bersama, Kemenag dan BNN Lampung Timur Satukan Langkah Cegah Narkoba

Ananda Bersinar Jadi Gerakan Bersama, Kemenag dan BNN Lampung Timur Satukan Langkah Cegah Narkoba

Lampung Timur (Humas) --- Upaya mewujudkan generasi muda yang sehat, cerdas, dan bebas dari penyalahgunaan narkoba terus diperkuat melalui sinergi berbagai pihak. Dalam rangka memperingati Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) Tahun 2026, Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Lampung Timur menggelar webinar bertema “Membangun Generasi Sehat, Cerdas, dan Kuat Melalui Gerakan Aksi Nasional Anti Narkotika Dimulai dari Anak Bersih Narkoba (Ananda Bersinar) Menuju Indonesia Emas 2045”, Kamis (2/7/2026).

Kegiatan yang dilaksanakan secara virtual melalui Zoom Meeting tersebut diikuti oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Timur Marwansyah, para kepala madrasah, kepala seksi, penyelenggara, serta jajaran Kementerian Agama Kabupaten Lampung Timur. Webinar juga diikuti oleh pelajar MA dan MTs negeri maupun swasta se-Kabupaten Lampung Timur.


Ketua BNNK Lampung Timur, Maman Permana, dalam pemaparannya menyampaikan bahwa narkotika merupakan salah satu kejahatan luar biasa (extraordinary crime) yang menjadi ancaman serius bagi masa depan bangsa. Selain narkotika, ia juga menyinggung berbagai persoalan lain yang saat ini menjadi perhatian bersama, seperti korupsi, terorisme, judi online, dan pinjaman online ilegal.

"Ancaman narkotika berkembang lebih cepat daripada regulasi dan kesadaran masyarakat. Oleh karena itu, kita harus terus meningkatkan kewaspadaan dan edukasi kepada generasi muda," ujar Maman.

Ia juga mengingatkan peserta agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial yang kerap dimanfaatkan sebagai sarana penyebaran informasi maupun transaksi narkotika.

Webinar turut menghadirkan sejumlah tokoh muda inspiratif Kabupaten Lampung Timur, di antaranya Duta Generasi Berencana Provinsi Lampung Adrian Fairuz, Duta Anti Narkoba Kabupaten Lampung Timur Davito, dan Adinda Ikrima.

Adrian Fairuz menekankan pentingnya peran keluarga sebagai benteng pertama dalam membentuk karakter anak.

"Keluarga menjadi tempat belajar pertama. Sangat penting bagi keluarga untuk menjaga integritas dan menghadirkan perhatian serta pendampingan kepada anak-anak," ujarnya.


Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Timur, Marwansyah, menyambut baik pelaksanaan webinar tersebut sebagai langkah nyata membangun kesadaran kolektif dalam mencegah penyalahgunaan narkoba di lingkungan pendidikan.

Menurutnya, upaya pencegahan tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat, termasuk madrasah, keluarga, penyuluh agama, dan lembaga keagamaan.

"Mudah-mudahan melalui OSIS, pembinaan guru BK, serta dukungan dari BNN Lampung Timur, kita dapat memaksimalkan pembinaan kepada anak-anak kita untuk mencegah penyalahgunaan narkoba. Sesuai tugas masing-masing, kita akan memaksimalkan pembinaan kepada peserta didik," ujar Marwansyah.

Ia menambahkan bahwa Kementerian Agama Kabupaten Lampung Timur siap mendukung gerakan pencegahan narkoba melalui peran Kantor Urusan Agama (KUA), penyuluh agama, madrasah, serta seluruh stakeholder di lingkungan Kementerian Agama.

"Kita akan support melalui KUA, penyuluh agama, dan seluruh stakeholder Kemenag Lampung Timur. Mudah-mudahan melalui media ini akan kita tindak lanjuti semaksimal mungkin dan secepatnya," lanjutnya.

Menutup kegiatan, Maman Permana menegaskan bahwa penanganan masalah narkoba harus dilakukan secara terintegrasi dan kolaboratif.

"Masalah narkoba tidak bisa kita selesaikan sendiri-sendiri. Kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi antara BNN, Kementerian Agama, Dinas Pendidikan, dan berbagai stakeholder lainnya. Harapannya para peserta dapat menjadi agen perubahan, penyambung informasi, serta sahabat anti narkotika di lingkungan keluarga maupun masyarakat," ujarnya.

Melalui gerakan Ananda Bersinar, BNNK dan Kementerian Agama Kabupaten Lampung Timur berharap semakin banyak generasi muda yang memiliki kesadaran untuk menjauhi narkoba, berani mengatakan tidak terhadap penyalahgunaan narkotika, serta menjadi pelopor terwujudnya Indonesia Emas 2045 yang sehat, cerdas, dan berkarakter.