BANDUNG — Gelaran akbar Silaturahmi Nasional (Silatnas) IV dan Musyawarah Nasional III (Munas) Kelompok Kerja Pengawas (Pokjawas) Madrasah Nasional yang berlangsung di Bandung resmi ditutup. Pertemuan strategis ini sukses menghasilkan nahkoda baru bagi estafet kepemimpinan pengawas madrasah se-Indonesia periode mendatang.
Acara penutupan dihadiri dan ditutup secara resmi oleh Kasubdit Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah Kementerian Agama RI Dr. H. Imam Bukhori. Dalam arahan penutupnya, beliau mengapresiasi tinggi dedikasi para pengawas madrasah yang terus berkomitmen memperkuat transformasi kualitas pendidikan madrasah di tanah air.
Agenda utama Munas kali ini berhasil menetapkan H. Syamsudin Rasyid sebagai Ketua Pokjawas Madrasah Nasional yang baru menggantikan H. Zurni yang kini telah resmi memasuki masa purnabakti. Prosesi penyampaian pergantian jabatan berlangsung khidmat, diiringi ucapan terima kasih yang mendalam kepada seluruh pengurus atas pengabdian panjang H. Zurni dan team yang telah memajukan organisasi selama masa baktinya.
Kemeriahan penutupan juga diwarnai oleh pengumuman juara malam Inagurasi. Panggung seni budaya yang menjadi wadah unjuk kreativitas antar provinsi ini menetapkan 5 kontingen dengan penampilan terbaik. Provinsi Jawa Timur menyabet peringkat pertama, disusul oleh Jawa Barat di posisi kedua. Sementara itu, peringkat ketiga hingga kelima berturut-turut diraih oleh kontingen Lampung, DI Yogyakarta, dan Banten.
Dengan terpilihnya kepengurusan baru dan selesainya seluruh rangkaian agenda di Bandung, Pokjawas Madrasah Nasional diharapkan siap melangkah membawa perubahan positif dan memperkuat kolaborasi bersama Kementerian Agama RI.
Ketua Pokjawas Lamtim H. Ma'ruf Abidin sangat mengapresiasi proses Silatnas dan Munas dengan segala dinamikanya.
Saya sangat mengapresiasi proses Silatnas IV dan Munas III Pokjawas Madrasah, meskipun dinamika yang berkembang juga cukup lumayan hangat, tambah H. Ma'ruf Abidin.
Insya Alloh Pokjawas Madrasah Lamtim siap untuk mengawal semua program, baik itu program utama Kementerian Agama RI maupun program kerja dari hasil Munas, ucap Ma'ruf Abidin mengakhiri percakapannya.
