Search

Digitalisasi Madrasah MI Lampung Timur Perkuat Kompetensi Guru di Era Teknologi

Digitalisasi Madrasah MI Lampung Timur Perkuat Kompetensi Guru di Era Teknologi

Lampung Timur (Humas) --- Kegiatan Digitalisasi Madrasah Tingkat MI se-Kabupaten Lampung Timur yang diselenggarakan oleh Seksi Pendidikan Madrasah (Penmad) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Timur menjadi momentum penting dalam upaya memodernisasi sistem pendidikan di tingkat madrasah ibtidaiyah. Kegiatan yang dipusatkan di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Timur pada Rabu (10/6/2026) ini diikuti oleh seluruh guru MI se-Kabupaten Lampung Timur.

Dalam sambutannya, Plh. Kasi Penmad Ahmad Tsauban menegaskan bahwa digitalisasi madrasah merupakan kebutuhan mendesak di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat.

"Contohnya penulisan rapor, penulisan ijazah, dan lain-lain. Apapun programnya, jika orangnya bagus maka hasilnya juga akan baik. Ilmu yang diperoleh ini diharapkan dapat bermanfaat untuk guru di madrasah tempat Bapak/Ibu mengajar," ujarnya.


Lebih lanjut, Ahmad Tsauban menekankan bahwa digitalisasi madrasah merupakan langkah strategis untuk menjawab tantangan zaman. Namun, keberhasilan program ini sangat bergantung pada kesiapan guru, dukungan infrastruktur, serta komitmen dalam menjaga nilai-nilai Islam. Dengan sinergi yang baik, madrasah diharapkan mampu menjadi model pendidikan masa depan yang relevan dan berdaya saing global.

Pada kegiatan tersebut, materi disampaikan oleh Pengawas Madrasah Kabupaten Lampung Timur, Shodali, dengan tema "Digitalisasi Madrasah dalam Penyusunan Perangkat Pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027". Dalam paparannya, Shodali menjelaskan pentingnya transformasi digital dalam penyusunan berbagai perangkat pembelajaran agar lebih efektif, efisien, dan mudah diakses.

Ia menyampaikan bahwa digitalisasi perangkat pembelajaran mencakup penyusunan Analisis Capaian Pembelajaran (CP), Alur Tujuan Pembelajaran (ATP), modul ajar, LKPD digital, media pembelajaran digital, asesmen, rubrik penilaian, hingga bank soal digital. Menurutnya, pemanfaatan teknologi dapat membantu guru meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus menghemat waktu dalam administrasi pendidikan.

Selain itu, peserta juga mendapatkan penguatan terkait penggunaan berbagai platform asesmen digital seperti Google Form, Quizizz, Kahoot!, dan Wordwall, serta pemanfaatan media pembelajaran digital berupa video, infografis, Canva, game edukasi, dan simulasi pembelajaran.

Dalam materinya, Shodali menegaskan bahwa keberhasilan digitalisasi madrasah memerlukan peran aktif seluruh unsur pendidikan, mulai dari guru, kepala madrasah, hingga pengawas madrasah melalui pembinaan, pendampingan, supervisi akademik, serta monitoring dan evaluasi yang berkelanjutan.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang peningkatan kompetensi, tetapi juga wujud nyata komitmen Kementerian Agama dalam menghadirkan pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Melalui digitalisasi madrasah, tenaga pendidik diharapkan semakin siap menghadapi tantangan era digital dan mampu menghadirkan pembelajaran yang inovatif, berkualitas, serta berorientasi pada kebutuhan peserta didik masa kini.