BANDUNG — Menteri Agama Republik Indonesia secara resmi meluncurkan program gerakan "Satu Pengawas Satu Madrasah Pendampingan KBC" pada Selasa (9/6/2026). Peluncuran strategis ini dilaksanakan bersamaan dengan pembukaan Silaturahmi Nasional (Silatnas) IV dan Musyawarah Nasional (Munas) III Pengawas Madrasah Nasional yang bertempat di Ibis Hotel Trans Studio Bandung.
Acara berskala nasional yang berlangsung selama tiga hari, mulai 9 hingga 11 Juni 2026 ini, dihadiri oleh sekitar 800 peserta pengawas madrasah dari seluruh penjuru Indonesia. Program ini mengusung misi besar untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, sehat, dan kondusif, dengan target mutlak madrasah harus bersih (zero) dari tindakan perundungan (bullying), tawuran, pemaksaan, serta bentuk kekerasan lainnya.
Menurut Menteri Agama, menjadi Pengawas itu tidak mudah, dan itu pasti putra putra terbaik didunia Pendidikan. Kita yakin semua pengawas bisa mengawal program ini. Terima kasih pada semua pengawas, kata Menteri Agama.
Dari total 51 pengawas perwakilan Provinsi Lampung yang hadir, Kabupaten Lampung Timur mengirimkan tiga pengawas terbaiknya sebagai delegasi resmi. Ketiga utusan tersebut adalah H. Ma'ruf Abidin, M.Si., Dr. Hj. Dhoni Kurniawati, M.Pd., dan Dra. Hj. Sri Sumarmi, M.Pd. Kehadiran mereka menjadi bukti nyata komitmen daerah dalam mengawal transformasi pengawasan madrasah.
H. Ma'ruf Abidin, M.Si., yang juga Ketua Kelompok Kerja Pengawas (Pokjawas) Madrasah Lampung Timur menegaskan kesiapan penuh jajarannya dalam menyukseskan program pusat ini. Pihaknya menyampaikan bahwa seluruh anggota Pokjawas Madrasah Lampung Timur telah merampungkan dan mengirimkan data madrasah binaan masing-masing ke Pokjawas Pusat.
"Insyaallah kita pasti dukung penuh program ini. Langkah awal pemetaan melalui pengiriman data madrasah binaan sudah tuntas kami lakukan, dan kami siap mengawal implementasi pendampingan ini di lapangan agar target zero bullying dan kekerasan di madrasah benar-benar tercapai," tegas H. Ma'ruf Abidin.
