Batanghari Nuban (Humas) -- Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Batanghari Nuban, M. Fahruddin, S. Ag., CWC., hadir dalam acara bernuansa penuh keberkahan dalam acara Haflah Akhirussanah yang diselenggarakan oleh Pondok Pesantren Darun Nasyiin, Desa Bumi Jawa Kec. Batanghari Nuban. Acara ini menjadi momentum penting yang meneguhkan sinergi antara ulama, umara (pemerintah), dan masyarakat dalam mencetak generasi qur'ani.
Hadir dalam perhelatan akbar tersebut, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Timur yang dalam hal ini diwakili oleh JFU Seksi PAPKI (Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam). Sinergitas umara di tingkat kecamatan juga terlihat erat dengan hadirnya jajaran Forkopimcam, serta para pimpinan pondok pesantren se-Kabupaten Lampung Timur yang turut memberikan ucapan selamat dan doa restu.
Benteng Iman dan Akhlak Mulia
Suasana taklim kian mendalam saat KH. Khalik Amrullah Adnan menyampaikan Mauidzah Hasanah-nya. Dalam untaian nasihatnya, beliau memberikan penekanan mendalam mengenai urgensi pendidikan pesantren di era modern.
"Pendidikan pesantren bukan sekadar tempat menuntut ilmu agama, melainkan benteng pertahanan iman dan akhlak yang paling kokoh bagi generasi muda di tengah gempuran zaman," tegas KH. Khalik Amrullah Adnan.
Wisuda Tahfidz yang Menggetarkan Hati
Puncak kekhidmatan dan rasa haru pecah saat prosesi wisuda santri Tahfidzul Qur'an dimulai. Pesantren Darun Nasyiin dengan bangga meluluskan para penjaga kalam Allah melalui prosesi wisuda bil ghaib untuk kategori: Tahfidz 10 Juz Bil Ghaib; Tahfidz 20 Juz Bil Ghaib; dan?Tahfidz 30 Juz Bil Ghaib.
Kehadiran para penghafal Al-Qur'an ini diharapkan menjadi sumber keberkahan, tidak hanya bagi keluarga dan pesantren, tetapi juga bagi kemaslahatan masyarakat Desa Bumi Jawa dan Lampung Timur secara luas. Kepala KUA menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada pengasuh dan asatidz Ponpes Darun Nasyiin yang terus istiqamah membimbing para santri. mfah)**
