Search

Menjemput Asa di Dunia Kesehatan: 6 Murid MAN IC Lampung Timur Lulus SPMB Poltekkes Kemenkes 2026

Menjemput Asa di Dunia Kesehatan: 6 Murid MAN IC Lampung Timur Lulus SPMB Poltekkes Kemenkes 2026

Labuhan Ratu, MAN IC (Humas) --- Di balik dinding-dinding kelas MAN Insan Cendekia Lampung Timur, sebuah mimpi besar tentang pengabdian dan kemanusiaan baru saja menemukan jalannya. Sebanyak enam murid terbaik madrasah ini membuktikan bahwa kombinasi antara kerja keras, keteguhan hati, dan benteng spiritual mampu membuka gerbang masa depan yang cerah.

Melalui jalur Seleksi Mahasiswa Baru Bersama (SPMB) Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekkes Kemenkes) RI Tahun 2026, keenam murid madrasah ini sukses menembus berbagai program studi kompetitif di bidang kesehatan tingkat nasional.

Lulus di institusi kesehatan bukanlah perkara mudah. Persaingan ketat dari seluruh penjuru negeri harus mereka hadapi. Namun, nama-nama berikut membuktikan bahwa murid madrasah siap bersaing di garda terdepan:

1.     Anindya Asti diterima di Kemenkes Poltekkes Yogyakarta Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Laboratorium Medis.

2.     Azzahra diterima di Kemenkes Poltekkes Jakarta III Program Studi Sarjana Terapan Fisioterapi + Profesi.

3.     Rahma Aprilia diterima di Kemenkes Poltekkes Jakarta II Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Rekayasa Elektromedis.

4.     Naila Mahira Khansa diterima di Kemenkes Poltekkes Jakarta II Program Studi Sarjana Terapan Farmasi dan Makanan.

5.     Syifa Aulia Makdum diterima di Kemenkes Poltekkes Surakarta Program Studi Sarjana Terapan Terapi Wicara.

6.     Lubna Hasna Hunafa diterima di Kemenkes Poltekkes Tanjungkarang Program Studi D-III Gizi.

Keberhasilan ini tidak jatuh dari langit. Di balik pengumuman kelulusan yang berbuah air mata bahagia, ada cerita tentang malam-malam panjang yang diisi dengan lembaran latihan soal, diskusi akademik yang melelahkan, serta bimbingan intensif dari para guru. Lebih dari sekadar mengejar nilai akademis, lingkungan asrama MAN IC Lampung Timur menempa mereka untuk selalu melibatkan Tuhan dalam setiap ikhtiar melalui doa dan penguatan spiritual.

Dukungan tanpa henti dari guru, pembina asrama, hingga untaian doa orang tua di rumah menjadi bahan bakar utama yang membakar semangat pantang menyerah dalam diri para murid.

Kepala MAN Insan Cendekia Lampung Timur, Dr. H. Muhammad Naim, S.Pi., M.Pd., menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras bersama antara siswa, guru, dan seluruh elemen madrasah dalam membangun budaya prestasi.

“Alhamdulillah, kami bersyukur atas capaian luar biasa ini. Keberhasilan para murid diterima di Poltekkes Kemenkes menjadi bukti bahwa madrasah mampu mencetak generasi unggul yang tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki karakter dan semangat juang yang kuat. Semoga mereka dapat terus berkembang, menjaga nama baik almamater, dan kelak memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat,” tutur Dr. Muhammad Naim penuh harap.

Sisi inspiratif lain lahir dari esensi bidang yang mereka pilih: kesehatan. Menjadi tenaga medis adalah panggilan jiwa untuk menolong sesama. Hal senada diungkapkan oleh Guru Bimbingan dan Konseling, Rolinda Dwi Saputri, S.Pd., yang menemani perjalanan karier murid dari awal.

“Keberhasilan ini adalah awal dari perjalanan baru. Semoga ananda semua dapat terus belajar dengan sungguh-sungguh, menjaga integritas, disiplin, dan akhlak yang baik di mana pun berada. Kami berharap mereka kelak menjadi tenaga kesehatan yang profesional, berakhlak mulia, dan bermanfaat bagi masyarakat,” ungkap Rolinda.

Pihak madrasah pun berkomitmen untuk terus memperkuat pendampingan karier agar kisah sukses keenam murid ini menjadi pemantik api semangat bagi adik-adik kelas mereka.

Prestasi ini mengirimkan pesan kuat kepada seluruh murid MAN IC Lampung Timur: bahwa tidak ada impian yang terlalu tinggi jika dikejar dengan kerja keras, dibungkus dengan doa, dan dihadapi dengan mental pantang menyerah. Enam murid ini telah membuka jalan, menunjukkan bahwa dari madrasah, lahir para penyembuh dan pengabdi bangsa di masa depan.

(Wid/Tim Humas)