Labuhan Ratu, MAN IC (Humas) --- MAN Insan Cendekia Lampung Timur kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui kegiatan bertajuk “Penguatan Mutu Guru Madrasah Berasrama: Perspektif Kurikulum Berbasis Cinta (KBC)” yang menghadirkan Kasubdit Bina GTK MA/MAK Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Dr. Imam Bukhori, pada Rabu, 13 Mei 2026.
Kegiatan yang berlangsung di aula MAN IC Lampung Timur tersebut
diikuti oleh para guru dan tenaga kependidikan dengan penuh antusias. Agenda
ini menjadi bagian dari upaya penguatan kompetensi guru madrasah berasrama
dalam memahami dan menerapkan konsep Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) sebagai
pendekatan pendidikan yang humanis, religius, dan berorientasi pada pembentukan
karakter peserta didik.
Kepala MAN IC Lampung Timur, Dr. H. Muhammad Naim, dalam sambutannya
menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kehadiran Dr. Imam Bukhori di
MAN IC Lampung Timur. Ia berharap kegiatan tersebut mampu menjadi energi baru
bagi para guru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan pembinaan karakter
siswa di madrasah berasrama.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap seluruh guru MAN IC Lampung Timur
semakin memahami pentingnya pendidikan yang dibangun dengan cinta, keteladanan,
dan kepedulian. Guru bukan hanya mengajar, tetapi juga mendampingi dan
membentuk karakter peserta didik agar menjadi generasi yang unggul dalam
prestasi dan mulia dalam akhlak,” ungkap beliau.
Ia juga menegaskan bahwa MAN IC Lampung Timur terus berkomitmen menghadirkan lingkungan pendidikan yang religius, disiplin, humanis, dan inspiratif sebagai bagian dari ikhtiar mencetak generasi masa depan yang berdaya saing global namun tetap berakar pada nilai-nilai keislaman.
Dalam pemaparannya, Dr. Imam Bukhori menekankan bahwa guru madrasah
memiliki peran strategis bukan hanya sebagai penyampai ilmu, tetapi juga
sebagai pembimbing dan teladan bagi peserta didik, khususnya di lingkungan
boarding school atau madrasah berasrama.
“Madrasah berasrama memiliki kekuatan besar dalam membentuk karakter
siswa karena proses pendidikan berlangsung tidak hanya di ruang kelas, tetapi
juga dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, guru harus hadir dengan semangat
cinta, keteladanan, dan kepedulian,” ungkapnya.
Ia juga menjelaskan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) merupakan
paradigma pendidikan yang menempatkan nilai kasih sayang, penghormatan terhadap
peserta didik, serta pembinaan akhlak sebagai fondasi utama proses
pembelajaran.
Melalui kegiatan ini, MAN IC Lampung Timur berharap para guru semakin termotivasi untuk menghadirkan pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu melahirkan generasi berkarakter, berakhlak mulia, dan memiliki semangat pengabdian bagi bangsa dan agama.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi wujud nyata komitmen MAN IC Lampung
Timur dalam mendukung penguatan mutu pendidikan madrasah berbasis nilai-nilai
cinta, keteladanan, dan kemanusiaan sesuai semangat Kurikulum Berbasis Cinta
yang tengah dikembangkan Kementerian Agama RI.
(Wid/Tim Humas)
