Batanghari, Lampung Timur (HumasKUA)--- Kantor Urusan Agama (KUA) Batanghari melalui para Penyuluh Agama Islam menghadiri kegiatan diskusi bersama yang diinisiasi Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Lampung Timur di Kafe Robusta Desa Banjarrejo, Kecamatan Batanghari, Rabu (13/05/2026).
Hadir dalam kegiatan tersebut Penyuluh Agama Islam KUA Batanghari, yakni Asriatun, Nurlailani, Siti Alkhomah, dan Subekti, serta Penyuluh Agama Buddha Sri Utaminingsih. Kegiatan juga dihadiri Camat Batanghari, Kepala Desa Banjarrejo, forum pemuda desa, unsur pondok pesantren, guru SMK, serta para penyintas narkoba.
Sementara dari BNNK Lampung Timur hadir Kepala BNNK Lampung Timur, Maman Permana bersama tim konselor rehabilitasi.
Kegiatan berlangsung hangat dan interaktif melalui diskusi santai terkait pembinaan penyintas narkoba dan penguatan pemberdayaan masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, Kepala BNNK Lampung Timur menyampaikan bahwa rehabilitasi bagi pengguna narkoba tidak dipungut biaya dan identitas peserta dijamin aman.
“Rehabilitasi itu gratis dan identitas penyintas aman. Kami berharap ada sinergi dengan KUA Batanghari, termasuk melalui kegiatan Bimbingan Perkawinan (Bimwin), dalam upaya edukasi dan pencegahan penyalahgunaan narkoba,” ujar Maman Permana.
Selain itu, konselor rehabilitasi bernama Tutut turut memperkenalkan aplikasi web rehabilitasi sebagai sarana layanan dan informasi rehabilitasi bagi masyarakat.
Pada kegiatan tersebut juga diluncurkan produk kopi “Kopi Melinting” yang akan menjadi pilot project pemberdayaan ekonomi bagi para penyintas narkoba melalui kolaborasi lintas komunitas.
Kementerian Agama melalui pendamping halal turut memberikan dukungan dalam proses sertifikasi halal produk kopi yang dikembangkan tersebut.
Camat Batanghari menyampaikan dukungannya terhadap pengembangan Desa Banjarrejo melalui sinergi lintas sektor.
“Kami mendukung pengembangan potensi Desa Banjarrejo agar memiliki produk unggulan yang dapat diangkat dan dikenal masyarakat luas. Sinergitas antara kecamatan, BNN, dan berbagai pihak sangat penting dalam pembinaan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Penyuluh Agama Islam KUA Batanghari, Asriatun, menegaskan kesiapan penyuluh agama untuk terus bersinergi dalam kegiatan pembinaan masyarakat.
“Penyuluh agama siap bersinergi mendukung program pembinaan dan pendampingan masyarakat, termasuk bagi para penyintas narkoba,” ungkapnya.
Kegiatan berlangsung khidmat dan mendapat antusiasme peserta sebagai bentuk kolaborasi nyata dalam mendukung rehabilitasi sosial dan pemberdayaan masyarakat.***(NL)
