Lampung Timur (23/04/2026)– Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Lampung Timur
menyatakan komitmen penuh untuk melestarikan kearifan lokal melalui program
revitalisasi bahasa daerah. Langkah ini diawali dengan partisipasi aktif salah
satu tenaga pendidik, Putri Asni, S.Pd.I dalam kegiatan Bimbingan Teknis
(Bimtek) Guru Utama Revitalisasi Bahasa Daerah yang diselenggarakan di Bandar
Lampung pada 20-22 April 2026.
Kegiatan
strategis ini bertujuan untuk membekali para guru dengan metode pembelajaran
yang kreatif dan menyenangkan, sehingga bahasa Lampung tidak lagi dianggap
sebagai pelajaran yang sulit bagi siswa. Pelatihan ini memfokuskan pada
penguasaan dialek, aksara, hingga seni bertutur yang akan diimplementasikan
langsung di lingkungan madrasah.
Revitalisasi
bahasa daerah dinilai menjadi urgensi di tengah gempuran arus modernisasi.
Bahasa Lampung bukan sekadar alat komunikasi, melainkan identitas dan penjaga
nilai-nilai luhur masyarakat Sai Bumi Ruwa Jurai. Tanpa langkah konkret
dari institusi pendidikan, dikhawatirkan generasi mendatang akan kehilangan
jati diri dan keterikatan emosional dengan tanah kelahirannya.
Kepala MIN 3
Lampung Timur, Syakroni, S.Pd.I, M.Pd. menegaskan bahwa MIN 3 Lampung Timur
siap menjadi garda terdepan dalam gerakan ini. Beliau berkomitmen untuk segera
menyusun program kerja nyata setelah pelatihan berakhir, termasuk menetapkan
hari khusus berbahasa Lampung di lingkungan madrasah.
"Kami
berkomitmen penuh agar bahasa Lampung kembali bergema di lorong-lorong
madrasah. Melalui guru-guru yang telah mengikuti pelatihan ini, kami akan
menghidupkan kembali kecintaan siswa terhadap bahasa ibu mereka. Ini adalah
tanggung jawab moral kami untuk merawat akar budaya agar tetap kokoh di masa
depan," tegas Kepala MIN 3 Lampung Timur.
Dengan adanya
sinkronisasi antara pelatihan guru dan komitmen manajemen madrasah, MIN 3
Lampung Timur optimistis mampu mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul
secara akademis dan religius, tetapi juga bangga akan identitas budaya
lokalnya.
