Search

Menghidupkan Api Kartini di Bawah Langit April: Simbol Ketangguhan Perempuan MAN IC Lampung Timur

Menghidupkan Api Kartini di Bawah Langit April: Simbol Ketangguhan Perempuan MAN IC Lampung Timur

Labuhan Ratu, MAN IC (Humas) --- Lapangan utama Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia (MAN IC) Lampung Timur tampak berbeda pada Selasa (21/4/2026) pagi. Di bawah langit April yang indah, sebuah momentum refleksi digelar bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan upaya menghidupkan kembali nyala api perjuangan Raden Ajeng Kartini di era modern.


Upacara peringatan Hari Kartini 2026 berlangsung dengan penuh khidmat. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Madrasah, Dr. H. Muhammad Naim, S.Pi., M.Pd., Kepala Tata Usaha, H. Muhammad Ali Wijanarko, S.Sos.I., M.SI., serta seluruh civitas akademika.

Satu pemandangan yang mencuri perhatian sekaligus menyampaikan pesan kuat tampak pada upacara kali ini: seluruh petugas upacara merupakan guru dan tenaga kependidikan perempuan. Dari pemimpin upacara hingga pengibar bendera, mereka berdiri tegak, menjadi simbol nyata bahwa ruang gerak perempuan kini telah melampaui batas-batas yang dahulu dipingit oleh zaman.

Royana Mukorobin, M.Pd., selaku pembina upacara, menyampaikan amanat yang menggugah. Ia menegaskan bahwa perjuangan perempuan di tahun 2026 telah mengalami transformasi.

“Hari ini, kita tidak lagi melawan keterbatasan fisik, melainkan menghadapi ‘pingitan mental’: keraguan diri, stigma sosial, dan tuntutan kesempurnaan yang sering kali membelenggu potensi kita,” tegasnya.

Dalam amanatnya, Royana menekankan tiga pilar utama bagi “Kartini Masa Kini”:

1. Kekuatan Literasi dan Adaptasi

Di era digital, pengetahuan adalah mata uang utama. Perempuan harus berani menguasai teknologi, memahami inovasi, dan menjadikannya sebagai alat untuk memperluas manfaat bagi keluarga dan masyarakat.

2. Kekuatan Solidaritas (Sisterhood)

Sejarah mencatat, perubahan besar lahir dari kebersamaan. Budaya saling membandingkan, terutama melalui media sosial, perlu digantikan dengan semangat kolaborasi yang saling menguatkan. Saat satu perempuan naik kelas, ia seharusnya mengajak yang lain untuk ikut bertumbuh.

3. Kekuatan Menjaga Integritas dan Jati Diri

Di tengah arus modernisasi, menjaga nilai dan identitas menjadi kunci. Kartini mencintai budayanya, namun tetap terbuka pada kemajuan. Perempuan masa kini diharapkan mampu berpikir modern tanpa kehilangan kelembutan budi dan integritas moral.

Keberhasilan upacara ini tidak lepas dari dedikasi para petugas perempuan yang menjalankan tugasnya dengan presisi:

·       Pemimpin Upacara: Nurlaili, S.Pd

·       Pembina Upacara: Royana Mukorobin, M.Pd

·       Pengibar Bendera: Lutfi Aqrobah, S.Pd; Sri Wahyuni, S.Ag; Putri Rasfanjani, S.Pd

·       MC: Maulida Purnamasari, S.Pd

·       Pembaca UUD: Fitri Hastika, S.Pd

·       Pembaca Doa: Ustazah Arruum Arinda, M.Pd

·       Ajudan: Ellynda Mufidah, S.Hum

·       Dirigen: Rahma Fatmala, S.Sn

·       Pemimpin Barisan: Siti Musaadah, Amd.Keb.; Fiki Himmatuna, S.Pd; Eka Purnamasari, M.Pd., Susanti; Neni; Dian; Titin; dan Intan Pangestika, S.Keb.

Antusiasme tampak jelas dari para siswa kelas X dan XI yang mengikuti seluruh rangkaian kegiatan hingga selesai, termasuk saat pembacaan sejarah singkat perjuangan Kartini. Bagi warga madrasah, jargon “Habis Gelap Terbitlah Terang” bukan sekadar judul buku, melainkan sebuah janji bahwa setiap usaha dan mimpi akan menemukan cahayanya.

Peringatan Hari Kartini di MAN IC Lampung Timur tahun ini menjadi penegasan komitmen madrasah dalam mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga tangguh secara karakter, inovatif dalam berpikir, dan berani menjadi “cahaya” bagi lingkungan sekitarnya.

Diakhir amanatnya, Royana menyampaikan pesan pamungkas yang menjadi oase semangat, khususnya bagi para siswi. Ia mengajak seluruh warga madrasah menjadikan momentum ini sebagai titik balik perubahan diri.

“Mari kita jadikan peringatan Hari Kartini 2026 ini bukan sekadar seremoni. Jadikan ini sebagai titik balik untuk berhenti meragukan kemampuan diri. Dunia tidak membutuhkan perempuan yang sempurna, tetapi perempuan yang berani mencoba dan pantang menyerah,” serunya.

Ia menutup pidatonya dengan ajakan penuh makna, “Teruslah menyala, teruslah menginspirasi, dan teruslah menjadi terang di mana pun kalian berada.”

(Wid/Tim Humas)