Search

Membangun Kesadaran Hukum Sejak Dini, Kejari Lampung Timur Bekali Siswa MAN IC Tangkal Hoaks di Era Digital

Membangun Kesadaran Hukum Sejak Dini, Kejari Lampung Timur Bekali Siswa MAN IC Tangkal Hoaks di Era Digital

Labuhan Ratu, MAN IC (Humas) --- Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia (MAN IC) Lampung Timur kembali menjadi tuan rumah kegiatan edukatif melalui program Jaksa Masuk Sekolah (JMS) yang diselenggarakan oleh Kejaksaan Negeri Lampung Timur, Rabu (15/4/2026), mulai pukul 10.00 WIB hingga selesai.


Kegiatan yang berlangsung di aula kampus MAN IC Lampung Timur ini mengusung tema “Pencegahan Hoaks di Era Digital”. Sebanyak 50 siswa perwakilan dari setiap kelas mengikuti kegiatan dengan penuh antusias sejak awal hingga akhir.

Program JMS tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi merupakan langkah preventif Kejaksaan dalam menanamkan kesadaran hukum sejak dini. Para siswa dibekali pemahaman mengenai bahaya penyebaran informasi palsu, dampak hukum pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), serta pentingnya bersikap kritis dalam memilah informasi di media sosial.


Kepala MAN IC Lampung Timur, Muhammad Naim, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, sinergi antara madrasah dan aparat penegak hukum sangat selaras dengan visi madrasah dalam membentuk karakter siswa yang tangguh.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap siswa tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran hukum dan etika digital yang kuat. Literasi hukum yang aplikatif seperti ini menjadi bekal berharga bagi mereka sebagai calon pemimpin masa depan,” ujar Muhammad Naim.


Sementara itu, Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Lampung Timur, Alifin Nurahmana Wanda, menegaskan bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam menciptakan ruang digital yang sehat dan bertanggung jawab. Ia mengingatkan bahwa setiap aktivitas di media digital memiliki konsekuensi hukum yang nyata.

“Di era digital saat ini, arus informasi bergerak sangat cepat dan tidak semuanya dapat dipertanggungjawabkan. Kami mengajak para siswa untuk menjadi agen perubahan yang cermat dalam menerima maupun menyebarkan informasi,” tegas Alifin.


Untuk meningkatkan partisipasi dan antusiasme peserta, tim Kejaksaan Negeri Lampung Timur juga menyiapkan doorprize bagi siswa yang aktif bertanya dan berpartisipasi dalam sesi diskusi. Hal ini menjadikan suasana kegiatan lebih hidup, interaktif, dan komunikatif.



Kolaborasi antara lembaga pendidikan dan aparat penegak hukum ini merupakan wujud nyata dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, cerdas, dan berintegritas. Dengan pembekalan tersebut, siswa MAN IC Lampung Timur diharapkan mampu menjadi teladan di lingkungan sekitarnya dalam memerangi penyebaran hoaks.


Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi interaktif, di mana para siswa berkesempatan menggali lebih dalam mengenai profesi jaksa dan berbagai persoalan hukum yang dekat dengan kehidupan remaja. Melalui semangat Jaksa Masuk Sekolah, MAN IC Lampung Timur optimis dapat melahirkan generasi yang tidak hanya melek teknologi, tetapi juga taat hukum dan beretika dalam bermedia sosial.

(Wid/Tim Humas)