Search

Kakanwil Tekankan Tiga Hal Penting pada Bimtek Layanan Pernikahan Berbasis Moderasi Beragama

Kakanwil Tekankan Tiga Hal Penting pada Bimtek Layanan Pernikahan Berbasis Moderasi Beragama

Lampung Timur (Humas) KaKanwil Kementerian Agama Provinsi Lampung H. Puji Raharjo, S.Ag., S.S., M. Hum., menekankan empat hal penting saat menyampaikan materi pada kegiatan Bimtek Pelayanan Pernikahan Berbasis Moderasi Beragama hari ini di Hotel De Green Bandar Lampung, 15 Juni 2022.

Dalam laporannya Kasi Hulu dan Bina Sakinah Kanwil Kemenag Provinsi Lampung H. Waldi Mahbuba, M.Sy mengatakan bahwa kegiatan bimtek layanan nikah berbasis moderasi beragama diikuti oleh 30 orang terdiri dari 24 Tenaga Fungsional Penghulu KUA perwakilan Kabupaten Se Provinsi Lampung, 2 orang Penyuluh Agama Honorer dan 4 orang staf pelaksana bidang Urais yang akan mengikuti kegiatan dari hari ini Rabu-Jumat, 15-17 Juni 2022." 

H. Puji Raharjo saat memberikan pengarahan dan materi mengtakan " Kepala KUA dan Penghulu merupakan ujung tombak wajah Kementerian Agama maka melalui kegiatan ini saya minta agar dalam melaksanakan tusinya Penghulu berorientasi pada masyarakat jangan menjadi alasan kurangnya SDM, sarana prasarana dan gedung membuat pelaksanaan tusinya tidak maksimal " ucapnya. 

Selanjutnya yang kedua  berkenaan dengan moderasi beragama saya tekankan bahwa yang di moderasi itu bukan ajaran agamanya sekali lagi bukan agamanya yang sholat tepat waktu tetap istiqomah, yang berjenggot misalnya tetaplah dengan keyakinannya jadi bukan kemudian sholatnya dirubah semaunya, jenggotnya harus dicukur bukan begitu tetapi sikap keberagaman kita saat berinteraksi dengan masyarakat hendaknya bersikap moderat atau wasathiyah " imbuhnya. 

Kemudian yang ketiga terkait dengan perkembangan mutakhir yakni pencopotan plang nama dan penangkapan pimpinan Khilafatul Muslimin maka saya minta Kepala KUA Kecamatan agar terus berkoordinasi dengan forkopimcam mendata bukan untuk di tangkap namun lebih kepada melakukan pendekatan guna diberikan penyadaran diberikan edukasi bahwa apapun gerakan yang akan merubah Pancasila itu tidak boleh karena Pancasila adalah ideologi final negara kita " pungkasnya.