Search

Ditunjuk Kemenag, MAN IC Lampung Timur Jadi Pilot Project Pembangunan Zona Integritas 2026

Ditunjuk Kemenag, MAN IC Lampung Timur Jadi Pilot Project Pembangunan Zona Integritas 2026

Labuhan Ratu, MAN IC (Humas) --- Langkah progresif dalam mewujudkan tata kelola pendidikan yang bersih dan berintegritas kembali ditorehkan oleh Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia (MAN IC) Lampung Timur. Pada tahun 2026, madrasah ini resmi ditunjuk sebagai pilot project pembangunan Zona Integritas (ZI) di lingkungan Kementerian Agama.


Penunjukan tersebut tertuang dalam Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 1710 Tahun 2026 tentang Penetapan Satuan Kerja Pilot Project Pembangunan Zona Integritas Tahun 2026.

Keputusan tersebut ditandatangani di Jakarta pada 27 Februari 2026 oleh Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Suyitno. Dalam diktumnya disebutkan bahwa satuan kerja yang ditetapkan sebagai pilot project dinilai memiliki kapasitas, kesiapan, dan komitmen yang kuat untuk melaksanakan pembangunan Zona Integritas secara optimal.


Bagi MAN IC Lampung Timur, penunjukan ini bukan sekadar simbol prestise, melainkan amanah besar untuk menghadirkan budaya kerja yang profesional, transparan, dan berorientasi pada pelayanan publik. Di tengah tuntutan reformasi birokrasi yang semakin kuat, madrasah ini hadir sebagai wajah pendidikan yang tidak hanya unggul dalam prestasi akademik, tetapi juga dalam integritas.


Zona Integritas sendiri merupakan program strategis pemerintah dalam mendorong satuan kerja menuju predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Dalam konteks madrasah, ZI menjadi fondasi penting untuk membangun sistem yang akuntabel sekaligus mendidik karakter peserta didik agar menjunjung tinggi nilai kejujuran dan tanggung jawab.



Kepala MAN IC Lampung Timur, Dr. H. Muhammad Naim, S.Pi., M.Pd., menegaskan bahwa penunjukan ini merupakan hasil dari kerja kolektif seluruh warga madrasah.

“Ini bukan sekadar capaian administratif, tetapi bentuk kepercayaan yang harus dijaga. Kami berkomitmen menjadikan Zona Integritas sebagai budaya kerja, bukan hanya program sesaat,” ujarnya.


Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa seluruh elemen madrasah telah bergerak bersama melalui penandatanganan pakta integritas serta penguatan budaya kerja berbasis nilai-nilai profesionalisme dan akuntabilitas.


Ketua Tim Zona Integritas MAN IC Lampung Timur, H. Muhammad Ali Wijanarko, S.Sos.I., M.SI., juga menyampaikan bahwa berbagai langkah konkret telah dan akan terus dilakukan untuk memastikan implementasi ZI berjalan optimal.

“Kami fokus pada enam area perubahan, mulai dari manajemen perubahan hingga peningkatan kualitas layanan publik. Semua dirancang agar berdampak nyata, tidak hanya di atas kertas, tetapi juga dirasakan langsung oleh masyarakat,” jelasnya.


Dalam praktiknya, madrasah ini terus mengembangkan berbagai inovasi, seperti digitalisasi layanan administrasi, transparansi pengelolaan program, serta penguatan sistem pengawasan internal. Upaya ini tidak hanya mempercepat layanan, tetapi juga menutup celah terjadinya praktik yang tidak sesuai dengan prinsip integritas.


Di sisi lain, semangat Zona Integritas juga meresap hingga ke ruang-ruang kelas. Para guru dan siswa tidak hanya menjadi objek kebijakan, tetapi juga subjek yang aktif membangun budaya integritas.

Salah satu guru di MAN IC Lampung Timur, Syaifudin, M.Pd., mengungkapkan bahwa nilai-nilai ZI kini menjadi bagian dari proses pembelajaran.

“Kami tidak hanya mengajarkan materi, tetapi juga menanamkan kejujuran, disiplin, dan tanggung jawab dalam setiap aktivitas belajar. Ini adalah pendidikan karakter yang sesungguhnya,” tuturnya.


Penunjukan sebagai pilot project ZI ini diharapkan mampu membawa MAN IC Lampung Timur meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK), bahkan melangkah lebih jauh menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Lebih dari itu, madrasah ini diharapkan menjadi role model bagi madrasah lain dalam membangun tata kelola yang bersih serta pelayanan publik yang prima.




Pada akhirnya, Zona Integritas bukan sekadar program yang dikejar untuk mendapatkan penghargaan, melainkan sebuah gerakan perubahan yang dimulai dari dalam. Dari ruang guru, ruang kelas, hingga ruang pelayanan, semangat integritas terus tumbuh dan dijaga.

Dengan komitmen yang kuat dan langkah yang terarah, MAN IC Lampung Timur membuktikan bahwa madrasah mampu menjadi garda terdepan dalam menghadirkan pendidikan yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berintegritas.

(Wid/Tim Humas)