Search

Penyuluh Agama Lampung Timur Beri Pembinaan WBP Rutan Sukadana di Momentum Idul Fitri 1447 H

Penyuluh Agama Lampung Timur Beri Pembinaan WBP Rutan Sukadana di Momentum Idul Fitri 1447 H

Lampung Timur (humas) — Penyuluh Agama Islam Kabupaten Lampung Timur melaksanakan kegiatan pembinaan dan penyuluhan kepada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B Sukadana, Kamis (26/3/2026). Kegiatan ini bertepatan dengan momentum Idul Fitri 1447 Hijriah, yang dimanfaatkan sebagai sarana memperkuat nilai-nilai keagamaan dan pembinaan mental spiritual bagi para WBP.

Pembinaan tersebut diisi dengan tausiyah keagamaan, pembacaan doa, serta motivasi untuk meningkatkan kualitas diri, khususnya dalam memperbaiki akhlak dan memperkuat keimanan. Suasana kegiatan berlangsung khidmat dan penuh antusiasme dari para peserta.

Adapun Penyuluh Agama Islam yang hadir dalam kegiatan ini terdiri dari Muslianto, Guntoro, Yulpitalia, Muh. Syafii, dan Sodikin. Mereka secara bergantian menyampaikan materi yang menekankan pentingnya menjadikan Idul Fitri sebagai titik awal perubahan menuju pribadi yang lebih baik.

Dalam penyampaiannya, para penyuluh menegaskan bahwa Idul Fitri bukan sekadar perayaan, melainkan momentum kembali kepada fitrah, membersihkan diri dari kesalahan, serta memperkuat komitmen untuk menjalani kehidupan yang lebih bermakna dan sesuai dengan nilai-nilai ajaran Islam.

“Kami berharap melalui kegiatan ini, para WBP dapat mengambil hikmah Idul Fitri sebagai sarana introspeksi diri dan memperbaiki sikap serta perilaku ke arah yang lebih positif,” ujar salah satu penyuluh dalam kegiatan tersebut.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam pembinaan keagamaan di lingkungan pemasyarakatan, guna mendukung proses reintegrasi sosial para WBP ketika kembali ke tengah masyarakat.

Pihak Rutan Kelas II B Sukadana menyambut baik kegiatan ini dan mengapresiasi peran aktif Penyuluh Agama dalam memberikan pembinaan mental dan spiritual kepada para warga binaan. Diharapkan, sinergi antara instansi terkait dapat terus terjalin dalam rangka menciptakan WBP yang lebih siap secara mental dan spiritual untuk kembali ke kehidupan sosial.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama, sebagai bentuk harapan agar para WBP senantiasa diberikan kekuatan dan kesempatan untuk memperbaiki diri di masa yang akan datang. **Ns