Lampung Timur (humas)— Upaya mempererat hubungan dan menjaga harmoni antarumat beragama terus dilakukan di Kecamatan Bandar Sribhawono. Dalam kegiatan silaturahmi lintas agama yang digelar pada Rabu (18/3/2026) di Balai Desa Sadar Sriwijaya, Penyuluh Agama Islam, Zainal Arifin, hadir mewakili Kepala KUA Kecamatan Bandar Sribhawono.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Pemerintah Kecamatan Bandar Sribhawono ini melibatkan berbagai unsur lintas sektor, mulai dari unsur Forkopimcam, tokoh agama, hingga perwakilan organisasi keagamaan seperti NU, Muhammadiyah, LDII, serta perwakilan umat Hindu, Kristen, dan Buddha.
Dalam forum tersebut, Zainal Arifin menyampaikan pentingnya membangun komunikasi yang harmonis antarumat beragama sebagai fondasi utama menjaga stabilitas sosial di tengah masyarakat yang majemuk.
“Kerukunan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi menjadi kewajiban bersama seluruh elemen masyarakat. Peran tokoh agama sangat strategis dalam merawat toleransi dan mencegah potensi konflik,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa KUA melalui para penyuluh agama memiliki tugas dan fungsi (tusi) dalam memberikan pembinaan keagamaan yang moderat, inklusif, serta mendorong terciptanya kehidupan beragama yang rukun dan damai.
Camat Bandar Sribhawono dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi ruang dialog yang konstruktif untuk menyatukan persepsi serta memperkuat komitmen bersama dalam menjaga kerukunan umat beragama di wilayah tersebut.
“Dengan adanya komunikasi yang intens dan terbuka, diharapkan segala potensi perbedaan dapat disikapi dengan bijak dan penuh toleransi,” ungkapnya.
Forum ini juga menghasilkan kesepakatan bersama antar tokoh agama untuk terus menjaga kondusivitas wilayah, memperkuat sinergi lintas agama, serta meningkatkan kegiatan sosial keagamaan yang bersifat inklusif dan membangun.
Kegiatan berlangsung dengan penuh keakraban dan semangat kebersamaan, mencerminkan kuatnya komitmen masyarakat Kecamatan Bandar Sribhawono dalam merawat persatuan di tengah keberagaman.
Melalui kehadiran perwakilan KUA, diharapkan sinergi antara pemerintah dan tokoh agama semakin solid dalam mewujudkan masyarakat yang religius, harmonis, dan berkeadaban.**ns
