Search

Pembinaan di KUA Sekampung Udik Kepala Kemenag Tekankan Tiga Pesan Penting

Pembinaan di KUA Sekampung Udik Kepala Kemenag Tekankan Tiga Pesan Penting

Sekampung Udik — Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Timur, Marwansyah, menyampaikan tiga pesan utama saat memberikan pembinaan kepada jajaran pegawai KUA Sekampung Udik, Senin (9/3/2026).

Dalam suasana santai namun penuh makna, Marwansyah mengajak para pegawai membangun lingkungan kerja yang nyaman dan penuh energi positif. Ia menilai suasana kebersamaan yang hangat menjadi modal penting untuk memperkuat kinerja pelayanan keagamaan kepada masyarakat.

“Suasana kerja yang rukun harus kita jaga. Jangan sampai kantor menjadi tempat yang menegangkan. Kita bekerja dengan nyaman, saling mendukung, dan membangun energi positif,” ujarnya.

Marwansyah juga menyampaikan apresiasi atas dukungan jajaran KUA yang menurutnya telah berkontribusi terhadap capaian kinerja Kementerian Agama Lampung Timur di tingkat provinsi. Ia mengaku baru menjabat sekitar dua minggu, namun sudah merasakan dukungan kuat dari berbagai pihak, khususnya dari jajaran KUA di wilayah Lampung Timur.

Dalam arahannya, ia menekankan tiga nilai utama yang harus diterjemahkan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam keluarga, lingkungan kerja, maupun dalam pelayanan kepada masyarakat.

Pesan pertama adalah rukun. Menurutnya, kerukunan tidak berarti tanpa dinamika, tetapi bagaimana setiap perbedaan dapat diselesaikan dengan kebijaksanaan sehingga tetap menghasilkan harmoni.

“Rukun itu bukan berarti tidak ada dinamika. Justru dalam keluarga, di kantor, bahkan dalam pelayanan, dinamika pasti ada. Yang penting bagaimana kita menjaga akhir dari setiap perbedaan itu tetap dalam suasana kebersamaan,” katanya.

Pesan kedua adalah maslahah, yaitu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui setiap layanan yang diberikan. Ia mengingatkan bahwa tugas Kementerian Agama pada hakikatnya adalah memastikan pembangunan di bidang agama dan pendidikan keagamaan benar-benar memberi dampak positif bagi umat.

Sementara pesan ketiga adalah implementasi nilai BerAKHLAK, sebagai prinsip dasar aparatur sipil negara dalam menjalankan tugas pelayanan publik.

Menurut Marwansyah, ketiga nilai tersebut harus diterjemahkan secara nyata dalam perilaku sehari-hari para pegawai, baik dalam hubungan internal di lingkungan kerja maupun dalam melayani masyarakat.

“Rukun, maslahah, dan BerAKHLAK harus menjadi napas dalam pelayanan kita. Jika nilai-nilai ini hidup dalam keseharian, maka pelayanan keagamaan akan semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.

Pembinaan tersebut berlangsung dalam suasana dialogis dan penuh keakraban. Para pegawai KUA Sekampung Udik mengikuti kegiatan dengan antusias, sekaligus menjadikannya sebagai momentum penguatan komitmen untuk meningkatkan kualitas pelayanan keagamaan di tengah masyarakat.