Search

Prestasi Nasional: Tim Riset MAN IC Lampung Timur Sabet Juara II LKTIN IV DINUSFEST 2026

Prestasi Nasional: Tim Riset MAN IC Lampung Timur Sabet Juara II LKTIN IV DINUSFEST 2026

Lampung Timur, MAN IC (Humas) --- Semangat riset di lingkungan madrasah kembali membuahkan hasil gemilang. Kali ini, delegasi dari MAN Insan Cendekia (IC) Lampung Timur sukses mengukuhkan diri sebagai Juara Kedua pada ajang bergengsi Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional (LKTIN) 4 DINUSFEST 2026 yang diselenggarakan oleh Universitas Dian Nuswantoro (UDINUS).


Membawa gagasan segar di bawah tema "Beyond Innovation: Membangun Indonesia Cerdas, Sehat, dan Berbudaya", tim ini berhasil menembus ketatnya persaingan dan menyisihkan puluhan finalis dari berbagai sekolah unggulan di seluruh Indonesia.

Keberhasilan ini merupakan buah dari konsistensi dan kerja keras selama lebih dari satu bulan penuh. Berikut adalah lini masa perjuangan Tim Riset MAN IC Lampung Timur di ajang DINUSFEST 2026:

21 Desember 2025 – 15 Januari 2026: Tahap Pendaftaran.

15 Januari 2026: Batas Akhir Pengumpulan Full Paper.

20 Januari 2026: Pengumuman Finalis (Lolos seleksi nasional).

21 Januari 2026: Technical Meeting.

23 Januari 2026: Pengumpulan PPT Akhir.

24 Januari 2026: Presentasi Peserta Finalis di hadapan dewan juri.

28 Januari 2026: Pengumuman Juara.

Dua srikandi riset, Queena Farabilqis (XI D) dan Tsamara Isyq Daiva Veresyteh (XI B), menghadirkan solusi kesehatan melalui penelitian berjudul:

"Modifikasi dan Karakterisasi Ekstrak Brassica oleracea Berbasis Lipid-Carrier System sebagai Kandidat Antifibrotik Paru: Analisis Kadar Malondialdehid dan Tingkat Histopatologis Paru."

Fokus penelitian mereka tergolong mutakhir. Mereka memanfaatkan ekstrak kubis ungu (Brassica oleracea) yang dipadukan dengan teknologi sistem penghantar lemak (Lipid-Carrier System). Inovasi ini memungkinkan zat aktif terserap secara presisi menuju target organ paru-paru guna mengatasi fibrosis (penebalan jaringan) yang kerap menjadi masalah serius bagi kesehatan pernapasan.

Kesuksesan ini tidak diraih dalam semalam. Ari Rahmat, M.Pd., selaku guru pembimbing, memberikan kesaksian betapa seriusnya proses riset yang dijalani para siswi.

"Kekuatan penelitian ini terletak pada integrasi teknologi farmasi modern dengan bahan alam lokal. Saya sangat mengapresiasi kegigihan Queena dan Tsamara dalam melalui uji laboratorium yang kompleks. Ini adalah bukti nyata bahwa siswa tingkat menengah sudah mampu berpikir kritis setara dengan saintis profesional," tutur Ari dengan bangga.

Kepala MAN IC Lampung Timur, Dr. H. Muhammad Naim, S.Pi., M.Pd., menyambut hangat prestasi ini sebagai keberhasilan bagi budaya literasi sains di madrasah.

"Pencapaian ini membuktikan bahwa siswa madrasah mampu bersaing dalam riset-riset berat tingkat perguruan tinggi. Kombinasi antara kedalaman ilmu sains dan ketekunan karakter adalah ciri khas siswa MAN IC," pungkas beliau.

Prestasi ini kian mempertegas posisi MAN IC Lampung Timur sebagai institusi pendidikan berbasis riset di Indonesia. Inovasi Queena dan Tsamara diharapkan terus berkembang hingga mampu memberikan kontribusi nyata bagi dunia kesehatan di masa depan.

(Wid/Tim Humas)