Lampung Timur (Humas) - Kepala Kantor Wilayah Kementerian
Agama Provinsi Lampung, Zulkarnain, melaksanakan kegiatan Pembinaan Aparatur
Sipil Negara (ASN), Workshop Kurikulum Berbasis Cinta, sekaligus
Peresmian Pusat Kegiatan Siswa Sisi di MAN 1 Lampung Timur, Selasa (27/1/2026).
Kanwil Kemenag Lampung hadir didampingi dengan Kabid
Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Provinsi Lampung, Ahmad Rifa’i, Ketua Tim
pada Bidang Kanwil Kemenag Provinsi Lampung, Ketua Tim Umum, Ian Maradona, serta
Ketua Tim Humas dan KUB, Alifah.
Turut hadir dalam acara tersebut Kepala Kantor Kementerian
Agama Kabupaten Lampung Timur, Indrajaya, bersama Plt. Kasi Penmad Kemenag
Lampung Timur, Ahmad Tsauban. Serta, Kepala MAN 1 Lampung Timur Rubangi, Kepala
MTsN 1 Lampung Timur, Udin, dan Instruktur Nasional Kurikulum Berbasis Cinta, Syahrul.
Dalam arahannya, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Lampung, Zulkarnain,
menegaskan pentingnya perubahan pola kerja dan pola pembelajaran di era
digital. Ia mendorong ASN dan pendidik madrasah untuk meninggalkan cara-cara
lama yang tidak lagi relevan dengan perkembangan zaman. “Kita harus bekerja
cerdas dengan memanfaatkan teknologi informasi. Jangan lagi mengajar dengan
pola dan cara zaman dulu, karena peserta didik kita hidup di era yang berbeda,”
tegas Zulkarnain.
Lebih lanjut, Zulkarnain menyampaikan bahwa pemanfaatan
teknologi harus dibarengi dengan etos kerja yang kuat agar menghasilkan kinerja
yang optimal dan berdampak nyata bagi masyarakat. “Kombinasi antara kerja
cerdas dan kerja keras akan membuat kinerja kita lebih efektif dan efisien,
baik dalam pelayanan publik maupun dalam proses pendidikan di madrasah,”
tambahnya.
Ia berharap, melalui pembinaan ASN dan implementasi
Kurikulum Berbasis Cinta, madrasah di Lampung mampu menghadirkan layanan
pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, namun tetap
berlandaskan nilai-nilai kemanusiaan, akhlak, dan cinta kasih.
Workshop Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) menjadi bagian
penting dalam rangkaian kegiatan tersebut. KBC merupakan kebijakan Kementerian
Agama RI yang diperkenalkan sebagai pendekatan pendidikan yang menekankan nilai
cinta kepada Tuhan, sesama manusia, lingkungan, bangsa, dan kemanusiaan
universal.
Kurikulum ini diharapkan mampu membentuk karakter peserta
didik yang berakhlak mulia, toleran, anti kekerasan, serta memiliki kepedulian
sosial yang tinggi. Pendekatan KBC juga sejalan dengan penguatan Profil Pelajar
Pancasila dan Rahmatan lil ‘Alamin di lingkungan madrasah. Melalui KBC, guru
dan tenaga kependidikan diharapkan mampu menghadirkan suasana belajar yang
humanis, inklusif, dan membangun relasi positif antara pendidik dan peserta
didik.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Timur,
Indrajaya, dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum
penting untuk memperkuat peran ASN dan madrasah dalam membangun pendidikan yang
bermakna. “Pembinaan ASN dan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta ini adalah
bagian dari ikhtiar kita bersama untuk menghadirkan wajah Kementerian Agama
yang melayani dengan hati. ASN Kemenag harus menjadi contoh dalam sikap,
sementara madrasah harus menjadi ruang tumbuhnya generasi yang cerdas,
berkarakter, dan penuh kasih,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi
Lampung juga meresmikan Pusat Kegiatan Siswa Sisi MAN 1 Lampung Timur.
Fasilitas ini diharapkan dapat menjadi wadah pengembangan minat, bakat,
kreativitas, serta penguatan karakter peserta didik melalui kegiatan positif,
kolaboratif, dan berorientasi pada pembentukan kepribadian yang unggul.
Melalui kegiatan ini, Kementerian Agama Provinsi Lampung
menegaskan komitmennya untuk terus mendorong transformasi birokrasi yang
berintegritas serta penguatan mutu pendidikan madrasah yang berlandaskan nilai
cinta, moderasi, dan kemanusiaan.
