Sukadana (Humas Pokjaluh)---Penyuluh Agama Islam yang tergabung dalam Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh) Lampung Timur kembali melaksanakan pembinaan dan penyuluhan keagamaan bagi warga binaan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Sukadana, Selasa (20/01/2025).
Kegiatan pembinaan tersebut dikoordinasikan oleh Ketua Pokjaluh Lampung Timur, H. Agus Salim, bersama Ahmad Wahidun, Andi Zainuri, Noerdian Rahmadi, Nurlailani, dan Elsa Putri. Kegiatan diikuti oleh warga binaan dengan penuh antusias dan berlangsung dalam suasana khidmat.
Sebelum penyampaian tausiah, kegiatan diawali dengan sambutan dari perwakilan pihak Rutan Kelas IIB Sukadana, Kusnandar. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pokjaluh Lampung Timur atas konsistensi dan kepeduliannya dalam memberikan pembinaan keagamaan kepada warga binaan. Ia berharap kegiatan tersebut dapat memberikan motivasi spiritual serta membentuk sikap dan perilaku yang lebih baik bagi warga binaan selama menjalani masa pembinaan.
Usai sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan shalawat bersama, kemudian penyampaian materi keagamaan oleh Ahmad Wahidun. Dalam materinya, ia menjelaskan pentingnya ibadah dalam kehidupan seorang muslim, yang terbagi menjadi ibadah mahdhah dan ibadah ghairu mahdhah.
“Ibadah mahdhah seperti shalat merupakan kewajiban utama yang mengatur hubungan manusia dengan Allah SWT. Sementara ibadah ghairu mahdhah mencakup hubungan antar sesama manusia serta kepedulian terhadap lingkungan dan alam semesta,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan pesan Al-Qur’an tentang tauhid dan perintah berbuat baik kepada kedua orang tua. Allah SWT melarang manusia menyembah selain-Nya dan memerintahkan untuk berbakti kepada orang tua, khususnya ketika mereka telah lanjut usia, dengan tidak berkata kasar, tidak membentak, serta senantiasa bertutur kata dengan penuh kasih sayang.
Untuk meningkatkan efektivitas pembinaan, kegiatan dilanjutkan dengan pembagian kelompok kecil yang masing-masing didampingi oleh penyuluh agama. Pendekatan ini dilakukan agar materi dapat tersampaikan secara lebih personal dan mudah dipahami oleh warga binaan.
Kegiatan pembinaan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Andi Zainuri. Melalui kegiatan ini, diharapkan nilai-nilai keimanan dan akhlak mulia dapat tertanam dalam diri warga binaan sebagai bekal dalam menjalani kehidupan yang lebih baik ke depannya.***(NL)
