Lampung Timur — Mengawali pelaksanaan program kerja tahun anggaran 2026, Seksi Pendidikan Madrasah (Penmad) Kementerian Agama Kabupaten Lampung Timur menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) internal, Senin (12/01/2026). Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk menyelaraskan strategi, mengevaluasi kesiapan program, serta memastikan layanan pendidikan madrasah berjalan optimal dan berdampak nyata.
Rakor yang diikuti seluruh pegawai Seksi Penmad tersebut dipimpin langsung oleh Plt. Kepala Seksi Pendidikan Madrasah, H. Ahmad Tsauban, S.Ag. Dalam arahannya, ia menegaskan pentingnya konsolidasi di awal tahun sebagai fondasi pencapaian target kinerja yang efektif, efisien, dan terukur.
Ahmad Tsauban memaparkan sejumlah fokus strategis yang menjadi perhatian utama pada tahun 2026. Di antaranya adalah persiapan agenda rutin tahunan seperti Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI), Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), serta perencanaan awal kegiatan Hari Amal Bhakti (HAB) Kementerian Agama tahun 2027. Selain itu, ia menekankan perlunya pemetaan DIPA secara rinci agar penyerapan anggaran tepat sasaran dan sesuai kebutuhan program.
Pada aspek peningkatan prestasi peserta didik, Plt. Kasi Penmad meminta agar persiapan OMI 2026 di semua jenjang madrasah—MI, MTs, dan MA—dilakukan lebih serius dan sistematis. Seleksi peserta didik berprestasi serta pembinaan intensif oleh guru pembimbing di masing-masing madrasah menjadi kunci keberhasilan. Ia juga mengingatkan agar madrasah aktif berpartisipasi dalam setiap ajang kompetisi di bawah naungan Kementerian Agama.
Sementara itu, penguatan tata kelola internal turut menjadi sorotan. Ahmad Tsauban menegaskan pentingnya pembagian tugas yang proporsional antarpegawai serta penerapan pengawasan administrasi yang ketat, termasuk kewajiban telaah berkas oleh analis hukum guna meminimalisir kesalahan administrasi.
Sebagai upaya meningkatkan soliditas tim, rakor ditutup dengan penerapan metode knowledge sharing, di mana setiap pegawai diminta mempresentasikan tugas dan tanggung jawabnya kepada rekan kerja. Langkah ini diharapkan mampu membangun pemahaman bersama, memperkuat kolaborasi, dan mendorong terwujudnya layanan pendidikan madrasah yang prima di Kabupaten Lampung Timur. *Bondan
