Batanghari (Humas KUA)---Peringatan Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama Republik Indonesia ke-80 dimaknai Kantor Urusan Agama (KUA) Batanghari, Kabupaten Lampung Timur, sebagai momentum penguatan peran Unit Pengumpul Zakat (UPZ) KUA Batanghari dalam mendorong pemberdayaan ekonomi umat berbasis zakat produktif.
Melalui rangkaian kegiatan Harmoni KUA Batanghari yang digelar di Balai Desa Banarjoyo, Rabu (7/1/2026), UPZ KUA Batanghari menyalurkan zakat modal usaha berupa 18 ekor kambing kepada para mustahik di wilayah Kecamatan Batanghari. Program ini dirancang untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui pengelolaan zakat yang berkelanjutan dan berorientasi pada dampak.
Kepala KUA Batanghari, H. Subhan, menegaskan bahwa penguatan peran UPZ merupakan bagian dari transformasi layanan KUA yang tidak hanya berfokus pada administrasi keagamaan, tetapi juga pada pemberdayaan umat secara nyata. Menurutnya, zakat produktif menjadi instrumen strategis KUA dalam menghadirkan layanan keagamaan yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Melalui UPZ KUA Batanghari, kami berupaya memastikan zakat dikelola secara profesional, tepat sasaran, dan berkelanjutan. Penyaluran zakat produktif ini diharapkan mampu meningkatkan kemandirian ekonomi mustahik,” ujar H. Subhan.
Ketua UPZ KUA Batanghari, Ahmad Khairudin, menjelaskan bahwa pentasyarufan zakat produktif berupa ternak kambing ini merupakan program rutin UPZ yang terus dikembangkan agar memiliki nilai tambah ekonomi bagi penerima manfaat.
Dalam mendukung prinsip akuntabilitas dan transparansi, KUA Batanghari juga menghadirkan inovasi layanan digital melalui website dan aplikasi Harmoni KUA yang dapat diakses di harmonikua.lamtim.web.id. Melalui platform tersebut, masyarakat dapat menunaikan zakat, infak, dan sedekah secara daring, sekaligus memantau secara real time data pemasukan, penyaluran, serta informasi muzakki dan mustahik.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Timur, H. Indrajaya, mengapresiasi langkah KUA Batanghari yang dinilainya selaras dengan arah kebijakan Kementerian Agama, khususnya implementasi Asta Protas Kemenag dalam penguatan tata kelola kelembagaan dan pemberdayaan umat.
Melalui Anugerah Harmoni KUA Batanghari, KUA Batanghari semakin menegaskan perannya sebagai pusat layanan keagamaan yang modern, transparan, dan berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib dan khidmat serta mendapat respons positif dari para peserta dan undangan. **(NL)
