Way Bungur (inmas). Stunting pada anak menggambarkan keadaan gagal tumbuh baik
pertumbuhan tubuh dan otaknya akibat kekurangan gizi dalam waktu lama pada anak
yang terjadi sejak periode 1000 hari pertama kehidupan (1000 HPK) yaitu sejak
bayi dalam kandungan (9 bulan = 270 hari) sampai anak usia 2 tahun (0-2 tahun =
730 hari).
Status gizi Ibu sebelum dan
selama kehamilan sangat mempengaruhi kondisi kesehatan bayi yang akan
dilahirkannya. Oleh karena itu penting disampaikan kepada remaja putri dan
calon pengantin tentang peranan mereka dalam pencegahan stunting. Salah satunya
melalui Kursus Calon Pengantin (Suscatin).
Suscatin wilayah Kecamatan Way
Bungur dilaksanakan oleh KUA bersama Puskesmas dan PLKB Way Bungur pada tiap
hari Rabu bertempat di Balai Nikah KUA Way Bungur.
Para narasumber adalah tim
gabungan dari ketiga unsur terkait diatas, yakni KUA yang disampaikan oleh
Ustadzah Tri Andini Cahyaningtyas, S.Th.I., yang mengusung materi “Kiat-Kiat
Membangun Keluarga Sakinah Mawaddah Warahmah”. Dari Puskesmas, Endang Eka
Testyaningsih, Amd. Keb., dan Sudarmi, Amd. Keb. yang menyampaikan materi
tentang “Kesehatan Reproduksi Calon Pengantin”, dan Ibu Ummi Choiriyah dari
PLKB yang menyampaikan materi “Peranan Calon Pengantin dalam Pencegahan
Stunting melalui 1000 HPK”,
Dengan kegiatan ini diharapkan
pasangan calon pengantin setelah menikah dapat membangun keluarga yang Sakinah
Mawaddah Warahmah sehingga dapat memberikan gizi dan pola asuh yang baik untuk
anaknya yang selanjutnya dapat mencegah terjadinya stunting.**** (TAC)
