Lampung Timur – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Lampung Timur, H. Indrajaya, S.Ag., M.A.P., memberikan apresiasi atas capaian luar biasa yang diraih oleh Kantor Urusan Agama (KUA) se-Lampung Timur dalam program wakaf uang dari calon pengantin (catin). Menurutnya, penghargaan ini bukan hanya sekadar kebanggaan, melainkan momentum untuk terus berinovasi dan memberikan pelayanan terbaik bagi umat.
“Saya mengapresiasi prestasi KUA yang berhasil menjadi pengumpul terbanyak wakaf uang dari catin. Namun, ini bukan soal bangga-banggaan. Kita harus terus bekerja dengan lebih baik, dengan hati yang tulus, untuk membawa manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” ujar H. Indrajaya dalam rapat koordinasi yang digelar baru-baru ini.
Ia juga menegaskan pentingnya meningkatkan prestasi dan tidak berhenti pada pencapaian tersebut. "Banyak hal yang bisa kita raih jika kita bekerja dengan sungguh-sungguh. Jangan cepat merasa puas. Terus tingkatkan kinerja dan peran KUA dalam pelayanan keagamaan," kata H. Indrajaya.
Selain itu, H. Indrajaya mendorong agar seluruh ASN di lingkungan Kemenag, khususnya yang bekerja di KUA, untuk mengejar pangkat tertinggi sebagai bentuk kebanggaan profesionalisme. "Kejar pangkat tertinggi! Itu adalah kebanggaan kita sebagai ASN. Saya akan selalu mendukung penuh setiap upaya untuk mencapai kenaikan pangkat," tambahnya.
Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kemenag Lampung Timur, Kusaeni, M.Pd., dalam kesempatan yang sama, juga menekankan pentingnya program wakaf uang dalam mendukung pembangunan umat. “Pengumpulan wakaf uang di KUA telah dimulai dan mencatatkan hasil yang sangat positif. Sesuai dengan amanat UU No. 41 Tahun 2004, kita harus terus mendorong pengelolaan wakaf dengan cara yang lebih produktif dan bermanfaat,” jelas Kusaeni.
Ia juga meminta agar setiap KUA mendata secara rinci catin yang berwakaf, termasuk nominal yang disumbangkan, untuk memberikan transparansi dan memudahkan pengelolaan wakaf di masa depan.
Selain itu, Kusaeni mengingatkan pentingnya percepatan sertifikasi masjid dan musala. Data dari Sistem Informasi Masjid (SIMAS) menunjukkan bahwa sekitar 200 masjid dan musala di Lampung Timur belum bersertifikat. Ia berharap data ini dapat segera dikumpulkan dan didorong untuk mengikuti program sertifikasi.
H. Indrajaya turut menegaskan pentingnya menyukseskan program Sertifikasi Halal Gratis (SEHATI), yang sudah resmi diluncurkan untuk membantu UMKM dan umat dalam mendapatkan jaminan produk halal. “Program SEHATI adalah peluang besar yang harus kita kawal dengan serius. Mari kita sukseskan bersama agar umat merasa aman dan nyaman dengan produk yang mereka konsumsi,” ungkap H. Indrajaya.
Rapat koordinasi tersebut juga dihadiri oleh Ketua PC APRI Lampung Timur H. Feri Prastiana, S.Ag., Ketua Pokjaluh H. Agus Salim, M.Pd., para kepala KUA kecamatan, penghulu, serta seluruh staf Bimas Islam dan penyelenggara zakat dan wakaf se-Lampung Timur.
---
