Bandar Lampung — Selasa 29 April 2025, Komitmen Kementerian Agama RI
dalam memperkuat ekosistem keuangan syariah terus bergulir. Hal ini tercermin
dalam kegiatan Penguatan Wakaf Tunai yang digelar di Aula Saibatin, Kantor Wilayah
Kementerian Agama Provinsi Lampung, Selasa (29 April 2025).
Acara ini juga turut dihadiri
oleh Plt Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Lampung, H. Erwinto, S.Ag., M.Kom.I., bersama jajaran Badan Wakaf
Indonesia (BWI) Provinsi Lampung, Bidang Urusan Agama Islam (Urais) Kanwil
Kemenag Lampung, para Kepala Seksi Bimas Islam Kemenag Kabupaten/Kota
se-Provinsi Lampung, serta Kepala KUA Kecamatan se-Lampung, para pejabat struktural, pimpinan lembaga wakaf, serta
tokoh-tokoh agama dari berbagai kabupaten/kota di Lampung. Momen ini menjadi
ruang strategis untuk menyatukan visi dalam membumikan wakaf tunai sebagai
instrumen pemberdayaan umat yang relevan dengan tantangan zaman.
Dalam sambutannya, Erwinto menyampaikan
bahwa wakaf tunai bukan lagi sekadar wacana, melainkan solusi nyata dalam
menciptakan kemandirian ekonomi umat. “Kita perlu keluar dari paradigma lama.
Wakaf tidak hanya tentang tanah atau bangunan. Wakaf tunai adalah energi
baru—fleksibel, produktif, dan sangat potensial untuk menggerakkan roda ekonomi
syariah,” tegasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya
kolaborasi antara pemerintah, lembaga keagamaan, dan masyarakat dalam
menciptakan tata kelola wakaf yang akuntabel dan berkelanjutan. “Digitalisasi,
transparansi, dan profesionalisme harus menjadi nafas baru dalam pengelolaan
wakaf di era ini,” tambahnya.
Dalam sesi wawancara dengan team
humas APRI Lamtim, Kepala KUA Jabung, Imron Rosyadi menyampaikan siap mengoptimalisasi wakaf tunai, karena sebagai salah satu
pilar penguatan ekonomi umat. "Wakaf tunai harus kita gerakkan bersama
agar manfaatnya bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat," ujarnya.
Acara ini menjadi momentum untuk
mempererat sinergi antarinstansi dalam upaya meningkatkan literasi wakaf dan
mendorong penghimpunan wakaf tunai di seluruh wilayah Lampung, tutupnya saat di
wawancara melalui pesan WhatsAap.
Kegiatan ini juga diisi dengan sesi diskusi panel yang menggali strategi penguatan literasi wakaf, inovasi penghimpunan dana wakaf, serta penguatan kapasitas nazhir. Suasana berlangsung hangat dan penuh antusiasme, mencerminkan semangat baru dalam pengelolaan wakaf di Bumi Ruwa Jurai. MKA
