Gema lantunan ayat-ayat suci Al-Qur'an mengisi udara pagi di KUA Kecamatan Sekampung Udik. Sebelum layanan dibuka, suasana khidmat tercipta dari tradisi membaca Al-Qur'an yang rutin dilakukan. Tradisi ini tak hanya menginspirasi, tetapi juga menjadi bentuk pengabdian spiritual demi keberkahan.
KUA Kecamatan Sekampung Udik memiliki tradisi unik yang membedakannya dari kantor pelayanan lainnya. Setiap pagi, para pegawai bersama-sama melantunkan ayat suci Al-Qur'an sebelum memulai aktivitas layanan. Suara merdu bacaan Al-Qur'an menciptakan suasana syahdu yang menyentuh hati siapa pun yang mendengarnya.
Jamaludin, S.H., seorang Penyuluh Agama Islam berstatus PPPK di KUA Sekampung Udik, mengungkapkan makna mendalam dari kegiatan ini. “Dengan membaca Al-Qur'an setiap pagi, kami berharap mendapat keberkahan dan kebaikan dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya dengan penuh keyakinan.
Tradisi ini juga menjadi pengingat bagi para pegawai untuk senantiasa menjunjung nilai-nilai spiritual dalam melayani masyarakat. Menurut Jamaludin, kegiatan ini tidak hanya mempererat hubungan antarkaryawan tetapi juga mempertegas komitmen mereka untuk memberikan pelayanan yang terbaik.
Masyarakat yang datang ke KUA pun merasakan dampaknya. “Saat masuk, ada suasana damai yang membuat kami merasa dihormati dan dilayani dengan hati,” ujar salah seorang warga yang sedang mengurus dokumen pernikahan.
Lantunan ayat Al-Qur'an di pagi hari ini menjadi cermin betapa pentingnya integrasi nilai-nilai agama dalam kehidupan profesional. Tradisi ini tidak hanya menguatkan spiritualitas internal KUA Sekampung Udik, tetapi juga menyebarkan energi positif kepada masyarakat luas. Sebuah langkah sederhana yang penuh makna untuk menciptakan keberkahan di tengah kesibukan pelayanan.
