Mataram Baru , Jumat, 17 Desember 2025,
Suasana di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Mataram Baru Lampung
Timur dipenuhi nuansa khidmat dan haru. Seorang pria muda tiba bersama calon
istrinya, didampingi keluarga besar dan seorang ustadz yang dihormati dalam
keluarga. Kehadiran mereka di KUA ini bukan untuk sekadar urusan administrasi
biasa, melainkan untuk mengikuti prosesi pengucapan ikrar masuk agama Islam.
Dengan langkah mantap dan wajah penuh ketenangan, pria tersebut disambut hangat
oleh petugas KUA dan penghulu yang telah menyiapkan diri untuk memimpin momen
sakral tersebut.
Pria tersebut, yang memilih untuk tidak disebutkan namanya, telah lama
merasakan panggilan untuk mendalami Islam. Dukungan penuh dari calon istrinya,
seorang Muslimah yang taat, serta dorongan dari keluarga besar semakin
menguatkan tekadnya untuk mengambil langkah besar ini. Dalam perjalanannya, ia
juga banyak berdiskusi dengan ustadz yang mendampingi, memperdalam pemahaman
tentang keimanan dan nilai-nilai Islam. Semua ini menjadi landasan yang kokoh
untuk mengawali babak baru dalam hidupnya dengan penuh keyakinan dan
keikhlasan.
Setibanya di aula KUA, penghulu menyambut mereka dengan hangat dan
menjelaskan tata cara prosesi masuk Islam. Dalam suasana penuh khidmat,
penghulu memimpin prosesi dimulai dengan penjelasan singkat mengenai makna dua
kalimat syahadat dan kewajiban yang menyertainya sebagai seorang Muslim.
Kemudian, di hadapan penghulu, keluarga, calon istri, dan ustadz, pria tersebut
dengan suara tegas mengucapkan dua kalimat syahadat: “Ashhadu an laa ilaaha
illallah, wa ashhadu anna Muhammadan rasulullah.” Ucapan tersebut disambut
dengan takbir dari para saksi, diiringi senyum haru yang terlihat dari wajah
keluarganya.
Momen sakral tersebut memancarkan suasana yang penuh emosi. Sang calon istri tak kuasa menahan air mata bahagia, sementara keluarga besar tampak bersyukur dan lega melihat salah satu anggota mereka mengambil langkah mulia ini. Ustadz yang mendampingi tampak mengusap mata, menyembunyikan rasa harunya. Para saksi yang hadir pun turut merasakan kedalaman spiritual prosesi tersebut, membuktikan bahwa “hidayah adalah anugerah indah yang patut disyukuri”. Di tengah suasana penuh keharuan, doa bersama dipanjatkan oleh penghulu untuk memohon keberkahan dan bimbingan dalam perjalanan keimanan pria tersebut.
Penghulu KUA Kecamatan Mataram Baru, dalam nasihatnya, mengingatkan
pentingnya tanggung jawab dan komitmen sebagai seorang Muslim. “Islam bukan
hanya tentang mengucapkan dua kalimat syahadat, tetapi juga tentang menjalani
hidup dengan penuh keimanan, ketaatan, dan akhlak mulia,” pesannya. Ia juga
menekankan agar pria tersebut senantiasa belajar dan memperdalam pemahaman agama
dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, ustadz yang mendampingi memberikan pesan tentang makna
hidayah sebagai anugerah dari Allah. “Hidayah adalah cahaya yang tidak semua
orang dapatkan. Jagalah ia dengan sungguh-sungguh, perbanyak amal ibadah, dan
jangan lupa untuk selalu memohon perlindungan serta petunjuk dari Allah,”
ucapnya dengan penuh kelembutan. Pesan tersebut dan penandatangan Akta Ikrar
Masuk Islam menjadi penutup yang menguatkan momen ini sebagai awal perjalanan
spiritual yang penuh makna.
Islam, sebagai agama yang terbuka bagi siapa saja, kembali menunjukkan
keindahannya melalui momen sakral ini. Dengan pintu yang senantiasa terbuka
untuk semua yang mencari kebenaran, Islam memancarkan pesan perdamaian dan
kasih sayang. Harapan besar pun mengiringi langkah baru pria tersebut, agar ia
dapat menjalani kehidupan barunya dengan penuh berkah, keikhlasan, dan
bimbingan Ilahi. Prosesi ini tidak hanya menjadi titik awal bagi dirinya,
tetapi juga menginspirasi semua yang hadir tentang keindahan nilai-nilai Islam
yang universal. "Wasthan"
'
