Lampung Timur (Humas)– Rumah Tahanan Kelas II B Sukadana menjadi arena refleksi mendalam bagi 54 warga binaan, Jumat (3/12). Dalam pembinaan rohani yang digagas oleh Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh) Kelompok 1, materi tentang kematian, pentingnya menuntut ilmu, dan keutamaan sholat sunnah disampaikan dengan penuh hikmah, dilengkapi dengan praktik langsung.
Enam
penyuluh agama yang terlibat, yakni H. Agus Salim, Asri Atun, Nurhidayat, Hi.
Mashudah, Sukrini, dan Erwin Setiawan, menyampaikan pesan mendalam tentang lima
panggilan dari alam kubur yang menyeru manusia untuk mempersiapkan bekal
akhirat:
1.
Kesendirian kubur: "Bawalah teman dari dunia dengan membaca
Al-Qur'an."
2.
Kegelapan kubur: "Terangilah dengan sholat malam."
3.
Penuh tanah: "Bawalah alas berupa amal sholeh."
4.
Hari pembalasan: "Persiapkan diri dengan taqwa."
5.
Penyesalan di akhirat: "Jangan tunda amal baik."
“Pesan-pesan
ini mengingatkan bahwa hidup di dunia adalah ladang amal untuk mempersiapkan
kehidupan abadi,” ujar H. Agus Salim.
Sebanyak
48 napi pria dan 6 napi wanita tampak terhanyut dalam materi yang mengajak
mereka untuk merenungkan makna hidup dan memperbaiki diri. Selain mendengarkan
ceramah, para napi juga diajak mempraktikkan sholat sunnah malam sebagai bentuk
implementasi langsung dari materi yang diberikan.
“Pembinaan
ini seperti cermin bagi kami untuk melihat kembali hidup yang sudah dijalani.
Kami sadar, masih ada waktu untuk berubah,” ungkap salah satu napi dengan penuh
rasa haru.
Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari pihak Rutan Kelas II B Sukadana, yang mengapresiasi program Pokjaluh Kelompok 1 sebagai bagian dari rehabilitasi moral dan spiritual warga binaan. Diharapkan, kegiatan ini dapat menjadi awal transformasi positif bagi para napi, menjadikan mereka insan yang lebih baik di masa depan. (agus_
