Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Kementerian Agama Nopember
hari kedua ini diawali dengan sesi dimana
berkumpulnya para tokoh lintas agama. Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama
(PKUB) Adib Abdushomad Dalam sesi memandu jalannya diskusi ini para tokoh agama
diberikan kesempatan untuk mengungkapkan permasalahan dan harapan yang dialami
umat masing-masing.
Hadir pada sesi ini Anggota DPP Walubi PMd Rafian, Ketua Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (Matakin) Budi S Tanuwibowo, Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI) Pendeta Jacky Manuputty, Sekretaris Eksekutif Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan (HAK) Konferensi Waligereja Indonesia Romo Agustinus Heri Wibowo, Ketua Umum Pinandita Sanggraha Nusantara Pusat Pinandita Gede Pastika, and Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Marsudi Syuhud.
Pendeta Jacky Manuputty, yang mewakili
umat Kristen, menyatakan, “Kami berterima kasih kepada Kementerian Agama,
kepada Bapak Menteri Agama, Bapak Wakil Menteri Agama dan jajaran yang telah
mengajak kami bersama-sama hadir dalam Rakernas ini.”
Seperti yang kita ketahui, program Moderasi Beragama yang dipromosikan oleh Kementerian Agama sangat penting untuk diprioritaskan. Singkatnya, "Pengarusutamaan ini tentunya perlu dilakukan bersama-sama, bukan hanya oleh pemerintah saja."
Menurut Romo Agustinus Heri Wibowo, Sekretaris Eksekutif Komisi HAK KWI, pelibatan tokoh agama dalam Rakernas Kemenag merupakan terobosan yang dilakukan oleh Menag Nasaruddin Umar dan jajarannya. Ini terobosan karena kami diminta untuk berpartisipasi sebelum membuat program yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Ini adalah hal baru dalam kepemimpinan
Kementerian Agama dan patut dilanjutkan,” kata pria yang dikenal sebagai Romo
Heri. Ketua Matakin Budi S Tanuwibowo juga setuju. Budi mengatakan bahwa ketika
dia bergabung dengan organisasi Matakin selama lebih dari 30 tahun, ini adalah
kali pertama dia diminta untuk merencanakan program keumatan. Ini adalah
pertama kalinya, ketika umat biasanya hanya menjadi objek, kami ditanya tentang
masalah dan harapan yang diinginkan. “Ini adalah awal yang bagus,” kata dia.
“Bahkan Pak
Menteri Agama hadir, mencatat dan mendengarkan apa yang kami katakan
sebelumnya. Dia menyatakan bahwa dia _nongkrongin_ aspirasi dari majelis agama.
Pinandita Gede Pastika juga mengucapkan terima kasih, mengatakan,
"Ini merupakan awal yang baik. Pinandita Gede Pastika menyatakan bahwa gagasan Menteri Agama ini sangat bagus karena tokoh agama telah diundang sejak awal.
Perwakilan Walubi
PMd Rafian menyatakan bahwa semua kinerja yang telah dilakukan Kemenag selama
ini sangat baik. Ini terbukti dengan program Kemenag yang telah memberikan
kenyamanan dan persatuan bagi umat beragama, dan program moderasi beragama yang
dilaksanakan telah membuahkan hal itu. Menurut PMd Rafian, keterlibatan tokoh
agama dalam Rakernas kali ini tentunya merupakan langkah untuk meningkatkan
program-program di masa mendatang.
Kemenag yang
melibatkan tokoh agama dalam Rakernas kali ini juga didukung oleh Wakil Ketua
MUI KH Marsudi Syuhud. Ke depan, kami berharap Kemenag memiliki tempat yang
baik di masyarakat. KH Marsudi Syuhud mengatakan bahwa untuk meningkatkan
kekuatan Kemenag ke depan, penerapan pemerintahan yang baik sangat penting. (Has)
