Search

Bahas Layanan Jemaah; Ketua Kloter 8 JKG dan PHD Lampung Timur Sambut Undangan Maktab 16

Bahas Layanan Jemaah; Ketua Kloter 8 JKG dan PHD Lampung Timur Sambut Undangan Maktab 16

Makkah (humas kemenag) --- Petugas Kloter 8 JKG mengadakan pertemuan dengan para pengurus maktab (pihak yang ditunjuk Saudi untuk mengatur urusan jemaah haji, -red). Selain untuk lebih saling mengenal, pertemuan kedua belah pihak dalam rangka menyamakan persepsi dalam mengoptimalkan layanan kepada jemaah haji.

Hadir dalam giat tersebut, Kepala Sektor 2 dan 11, juga Petugas dari i kloter di bawah naungan Maktab 16.

Syahrudin, Kasektor 2 menyatakan disamping mempererat silaturahmi antar kloter, sektor, dan maktab, pertemuan tersebut juga membahas hal penting terkait layanan jemaah haji di bawah naungan Maktab 16.

"Secara garis besar, pertemuan ini ditujukan untuk mempererat komunikasi antara kita sebagai petugas haji di sektor dengan maktab 16 yang mewakili muassasah. Selain itu juga untuk menyamakan persepsi terkait beberapa layanan," terang Kepala Sektor 2 Makkah Syahruddin usai mengikuti pertemuan di vila Maktab 16 luar kota Mekah, Jum'at (31/5/2024) 

"Isu utama yang dibahas terkait layanan jemaah lansia di ARMUZNA," tambahnya.

Pertemuan ini juga menyepakati bahwa perlu adanya  bus yang disiapkan khusus oleh maktab untuk membawa jemaah kursi roda dari Arafah ke Mina, tanpa turun di Muzdalifah, hanya transit saja untuk mengambil wajib mabit Muzdalifah. 

Menurut Ketua Maktab 16, Syaikh Hasan al-Indragiri, maktab akan menggunakan sistem shuttle bus pada proses pemberangkatan jemaah ke Arafah. Proses itu dilakukan dengan tiga kali perputaran, juga menjanjikan mobil khusus lansia. 

Sehubungan itu, Ketua Kloter 8 JKG, Nursalim menyambut baik hasil pertemuan tersebut dan berinisiatif kumpulkan karu dan karom guna mendistribusikan info persiapan ARMUZNA ini, agar jemaah paham serta ada kejelasan tahapan jadwal bagi mereka. 

Senada dengan itu, Solihin Panji, Pembimbing Ibadah PHD Lampung Timur mengimbau jemaah untuk selalu tenang dalam ibadahnya, termasuk tidak terburu-buru dan berdesak-desakan saat akan ke Arafah. Sebab, proses pemberangkatan diatur untuk dilakukan dalam tiga tahapan. 

"Jika itu ditaati maka jamaah tidak akan berdesakan. Sayangnya jemaah sering ingin buru buru," ujarnya.

Pertemuan ini juga menyepakati penyediaan 7 bus oleh Maktab yang akan membawa jemaah haji Indonesia dari Arafah – Muzdalifah. Setiap maktab hanya menyiapkan tujuh bus karena jarak antara Arafah – Muzdalifah lebih pendek.

Kesepakatan lainnya, ditambahkan Nursalim terkait Tarwiyah (berhaji pada tgl 8 Dzulhijjah dimulai dari Mina pada sore hari dan bermalam di Mina, untuk selanjutnya esok harinya pada waktu dhuha bergerak ke Arafah via Muzdalifah), Maktab siap memfasilitasi jemaah yang menginginkannya dengan menyiapkan armada khusus dan konsumsi selama perjalanan tarwiyah hingga tibandi Arafah, sebagai bentuk pelayanan prima kepada jemaah haji maktab 16, dengan menambah biaya secara mandiri sebesar 250 reyal. 

PHD Yanmun Lampung Timur, Hendro Syaefi yang juga turut menghadiri pertemuan tersebut terkonfirmasi siap mensuksekan setiap rangkaian kegiatan jemaah haji baik di Mekah, terlebih pada puncak ibadah haji di ARMUZNA. 

"Sesuai komitmen awal, bahwa keberadaan kami di kloter 8 JKG adalah membantu Ketua Kloter memberikan pelayanan terbaik bagi para dhuyufurrohman dalam spektrum konsumsi, akomodasi, serta transportasi mereka di tanah suci, dan alhamdulillah hingga hari ke 18 di tanah suci ini, para jemaah terlayani sangat baik oleh Muassasah di Madinah, danMaktab di. mekah, serta kerjasama yang sangat baik para petugaa kloter 8 JKG", tandas Hendro. ***[SZP]