Search

JELANG ARMUZNA, PETUGAS KLOTER 17 JKG ASAL LAMPUNG TIMUR BERI PEMBEKALAN PARA JEMAAH HAJI

JELANG ARMUZNA, PETUGAS KLOTER 17 JKG ASAL LAMPUNG TIMUR BERI PEMBEKALAN PARA JEMAAH HAJI

Lampung Timur (Humas) Pagi ini Jum'at, 16 Juni 2023 Perangkat Kloter JKG-17 sekira pukul 07:30 WAS memulaii Rapat Persiapan Puncak ARMUZNA yang diselenggarakan oleh Sektor 8 Makkah yang dilaksanakan di Musholla Hotel lantai PR Hotel Al Kiswah Tower 1 Makkah Arab Saudi.

Hadir Ketua Kloter JKG-17 Hasbolah, TPIHI KH. Rohmat Wahyudi,  TKH Kloter Eko Mahfudi B,  Ketua Ketua Rombongan Kloter JKG-17 Sugeng, Hadi Suyatman, Lanjar, Sutrisno,  Ky. Solihin, Mahmudin,  Mukriono dan Digdo serta hadir juga seluruh Perangkat Kloter BTJ 01-07 , JKG 15-16,17,19,22 dan JKG-29.

Rapat dipimpin oleh Prof. Azhari mewakili Ketua Sektor 8 Makkah , Pembimbing Ibadah Zusniyati, Kabul Budiono, dan Bapak Hidayat.

Dalam kesempatan memimpin rapat Azhar mengingatkan kepada Jamaah bahwa jangan sampai kita mengambil keputusan blunder dalam setiap kegiatan ibadah utamanya puncak ARMUZNA nantinya " tegasnya. 

"Jangan pula energi dihabiskan untuk sholat 5 waktu di Masjidilharom sementara saat Armuzna nanti justru sakit, aturlah ibadah dengan manajemen dan strategi yang tepat, " Tutur Azhar. 

Pada kesempatan yang sama, Ketua Kloter 17 JKG, Hasbullah, menghimbau para jemaah untuk tidak mengambil Tarwiyah. 

"Saat ARMUZNA nanti bukan dilarang tapi Kementerian Agama menganjurkan untuk sebaiknya tidak mengambil tarwiyah, kemudian memilih nafar awal karena ini adalah pilihan terbaik,  tentu kami tidak akan juga melarang jamaah disetiap Kloter mengambil Tarwiyah, dan mengambil nafar tsani" pungkas Ketua Kloter yang bertugas harian di Tanah Air sebagai Penghulu di Sekampung Udik ini. 

Terkait dengan anjuran Kementerian Agama berkenaan dengan beberapa kebijakan saat puncak ARMUZNA,  Ketua Kloter JKG-17 Lampung Hasbolah akan mengambil keputusan untuk jamaah Kloter JKG-17 sebagai berikut:

1. Berkenaan dengan Wukuf Arofah untuk tidak mengambil Tarwiyah karena akan berat dimana bilamana kemudian terjadi hal hal yang tidak diinginkan maka mutlak akan menjadi tanggungjawab Jamaah dan Kloter;

2. Berkaitan dengan pelaksanaan wajib haji lempar jamarat kami menekankan Nafar Awal hal ini mempertimbangkan dimana jamaah dalam Kloter JKG-17 ada sebanyak 60% adalah lansia maka pilihan dan penekanan nafar awal menjadi pilihan terbaik" ungkapnya. 

3. Perangkat Kloter JKG-17 berkomitmen untuk memfokuskan penyiapan kelancaran ARMUZNA dengan mengedukasi jamaah utamanya lansia agar beribadah di Maktab atau di Hotel saja, demikian pula bagi non lansiapun diminta untuk mengatur secara bijak dan tepat meskipun fisik baikpun hendaknya jangan full 5 waktu sholat jamaah di Masjidilharom agar juga strateginya blunder sebab sakit tidaklah memandang lansia atau bukan lansia. ****(SZP)