Labuhan Ratu, MAN IC (Humas) --- MAN Insan Cendekia (IC) Lampung Timur melanjutkan Pelatihan School Well-Being bagi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) pada Sabtu (24/10/2026) di aula madrasah. Mengusung tema “Mewujudkan Lingkungan Sekolah yang Sehat, Aman, Nyaman, dan Berdaya”, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya madrasah dalam memperkuat budaya pendidikan yang positif serta mendukung kesejahteraan seluruh warga madrasah.
Pelatihan hari kedua menghadirkan Dr. Yocki Yuanti, S.ST., S.Pd., M.Kes., dosen tetap STIKes Mitra Ria Husada Jakarta sekaligus Ketua Komite MAN IC Lampung Timur periode 2026–2028. Ia juga merupakan fasilitator Pusat Pelatihan dan Pengembangan Pendidikan (P4) Jakarta Barat dalam pelatihan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman serta fasilitator P4 Jakarta Pusat dalam pelatihan Peningkatan Kompetensi Guru Bimbingan dan Konseling (BK).
Dengan latar belakang akademik dan pengalamannya di
bidang pendidikan, Dr. Yocki Yuanti mengajak GTK MAN IC Lampung Timur memahami
pentingnya school well-being sebagai fondasi untuk mewujudkan lingkungan
pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga
memperhatikan aspek kesehatan, keamanan, kenyamanan, hubungan sosial, dan
pengembangan diri seluruh warga madrasah.
Dalam sambutannya, Kepala MAN IC Lampung Timur, Dr.
H. Muhammad Naim, S.Pi., M.Pd., menekankan pentingnya membangun lingkungan
madrasah yang mendukung perkembangan murid secara menyeluruh. Menurutnya,
keberhasilan pendidikan tidak semata-mata diukur dari prestasi akademik, tetapi
juga dari kemampuan madrasah dalam menghadirkan suasana belajar yang sehat,
aman, nyaman, dan mampu mendorong setiap murid mengembangkan potensinya secara
optimal.
Ia berharap pelatihan ini dapat memperkuat pemahaman GTK mengenai pentingnya kesejahteraan di lingkungan pendidikan. Dengan demikian, guru dan tenaga kependidikan dapat menerapkan pendekatan yang lebih positif, membangun komunikasi yang efektif, menumbuhkan kepedulian, serta menciptakan interaksi yang dilandasi sikap saling menghargai.
Dalam pemaparannya, Dr. Yocki Yuanti menjelaskan
empat dimensi penting dalam konsep school well-being, yaitu Having,
Being, Loving, dan Health. Keempat dimensi tersebut saling berkaitan
dalam membangun lingkungan pendidikan yang mendukung kenyamanan, kesehatan, dan
perkembangan seluruh warga madrasah.
Dimensi Having berkaitan dengan ketersediaan
fasilitas, sarana, serta kondisi lingkungan fisik yang mendukung kegiatan
belajar dan bekerja secara optimal. Lingkungan yang memadai, aman, dan nyaman
menjadi salah satu faktor penting dalam menunjang aktivitas warga madrasah.
Dimensi Being menekankan pentingnya kesempatan bagi setiap individu untuk mengembangkan potensi diri, memperoleh penghargaan, serta berpartisipasi dan berkontribusi dalam lingkungan pendidikan. Setiap warga madrasah perlu merasa dihargai, diakui keberadaannya, dan memiliki kesempatan untuk terus bertumbuh.
Selanjutnya, dimensi Loving berkaitan dengan
kualitas hubungan sosial, rasa saling peduli, dan dukungan emosional. Hubungan
yang harmonis antara guru, tenaga kependidikan, dan murid menjadi modal penting
dalam membangun budaya madrasah yang inklusif, penuh empati, serta bebas dari
perundungan.
Adapun dimensi Health menitikberatkan pada
kesehatan fisik dan psikologis warga madrasah. Kondisi kesehatan yang terjaga
menjadi faktor pendukung terciptanya suasana belajar dan bekerja yang
produktif, nyaman, serta kondusif.
Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan diskusi interaktif. Para peserta berkesempatan menyampaikan pertanyaan, berbagi pengalaman, serta memperdalam pemahaman mengenai penerapan prinsip school well-being dalam kehidupan sehari-hari di madrasah.
Diskusi tersebut menjadi ruang refleksi bagi GTK
untuk mengidentifikasi berbagai aspek yang perlu diperkuat dalam membangun
lingkungan pendidikan yang sehat, aman, nyaman, dan berdaya. Pemahaman terhadap
empat dimensi school well-being diharapkan dapat menjadi landasan dalam meningkatkan
kualitas interaksi, memperkuat kepedulian, serta menghadirkan pengalaman
belajar yang lebih positif bagi murid.
Melalui pelatihan hari kedua ini, MAN IC Lampung
Timur terus memperkuat komitmennya dalam membangun budaya madrasah yang tidak
hanya unggul dalam prestasi akademik, tetapi juga memberikan perhatian terhadap
kesejahteraan fisik, psikologis, dan sosial seluruh warga madrasah.
Upaya ini diharapkan mampu menghadirkan lingkungan
pendidikan yang mendukung pembentukan karakter, meningkatkan kenyamanan dalam
belajar dan bekerja, serta mengoptimalkan potensi setiap individu. Dengan
demikian, madrasah dapat terus tumbuh sebagai lingkungan pendidikan yang sehat,
aman, nyaman, dan berdaya.
(Wid/Tim Humas)
