BATANGHARI NUBAN [Humas] — Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Batanghari Nuban menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengajaran Al-Qur'an Metode YANBU'A pada Minggu (18/10/2026). Kegiatan yang dipusatkan di Pondok Pesantren Darun Nasyiin, Desa Bumi Jawa, ini diikuti oleh 75 guru ngaji dari seluruh wilayah se-Kecamatan Batanghari Nuban.
Bimtek tersebut bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dan penyelarasan standar pengajaran Al-Qur'an bagi para ustadz dan ustadzah di tingkat basis.
Kegiatan bimtek secara resmi dibuka oleh Camat Batanghari Nuban yang diwakili oleh H. Edy Jasmanto. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi mendalam atas inisiatif KUA dan Ponpes Darun Nasyiin dalam membina para pendidik Al-Qur'an.
"Pemerintah kecamatan sangat mendukung langkah KUA Batanghari Nuban. Guru ngaji adalah garda terdepan dalam membentuk karakter dan moral generasi muda yang Qur'ani di wilayah kita," ujar H. Edy Jasmanto saat membuka acara.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala KUA Batanghari Nuban M Fahruddin, S. Ag., CWC., menegaskan pentingnya peningkatakan kualitas secara berkelanjutan bagi para pendidik Al-Qur'an. Menurutnya, menguasai metode pengajaran seperti YANBU'A sangat penting, namun nilai spiritual pengajar tidak boleh terabaikan.
Ia menekankan dua hal kunci yang wajib dimiliki oleh setiap pendidik Al-Qur'an, yaitu keteladanan dan keikhlasan.
"Peningkatan kualitas pengajaran Al-Qur'an adalah sebuah keharusan seiring perkembangan zaman. Namun, hal yang paling utama bagi seorang guru ngaji adalah keteladanan dalam bersikap serta keikhlasan dalam mengajar. Ilmu yang diajarkan dengan ikhlas akan menancap kuat di hati para santri dan membawa keberkahan bagi masyarakat," tegas Kepala KUA Batanghari Nuban.
Metode YANBU'A sendiri dikenal luas sebagai salah satu metode pembelajaran Al-Qur'an yang sistematis dan mengedepankan ketepatan makhraj serta tajwid.
Dengan dilatihnya 75 guru ngaji se-Batanghari Nuban ini, diharapkan kualitas bacaan Al-Qur'an anak-anak di TPA/TPQ serta Madrasah Diniyah di seluruh desa dapat makin meningkat, fasih, dan tartil secara merata. mfah**)
